Logo Header Antaranews Jogja

RSUD Wates buat layanan terpadu pasien jamkes

Selasa, 8 Januari 2013 14:36 WIB
Image Print
RSUD Wates, Kabupaten Kulon Progo, DIY. (Foto ANTARA/Mamiek)

Kulon Progo (ANTARA Jogja) - Rumah Sakit Umum Daerah Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan membuat layanan terpadu atau "one stop service" bagi pasien pemilik kartu Jaminan Kesehatan.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates, Lies Indriyati dalam audiensi antara Manajemen RSUD Wates dengan Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Kulon Progo, Selasa, mengatakan RSUD Wates banyak mendapat keluhan dari pasien karena pelayanan yang diberikan kurang maksimal seperti layanan Jamkesda, Jamkesos, Jamkesos, pelayanan pendaftaran hingga antrean layanan obat.

"Untuk mengantisipasi antrean panjang dan pelayanan informasi maksimal, kami akan membuat pelayan `one stop service` dengan menggabungkan pelayanan Jamkesda dengan informasi pelayan di RSUD Wates. Kami telah melakukan pembicaraan awal dengan UPTD Jamkesda, rencananya akan direalisasikan dalam waktu dekat ini," kata dia.

Wakil Direktur RSUD Wates, Agung Widyarto mengatakan, 2013, RSUD Wates akan melakukan penerimaan pegawai teknis yang masih sangat dibutuhkan. Namun demikian, kata dia, RSUD Wates melakukan moratorium pegawai administrasi yang jumlahnya sudah memadai. Sementara, untuk tenaga kebersihan dan satpam akan diserahkan kepada pihak ketiga.

"Kami sejak 2012, melakukan penerimaan pegawai tenaga teknis meski pemerintah daerah tidak melakukan pembukaan calon pegawai negeri. Kalau penerimaan pegawai harus menunggu anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kulon Progo, akan memperparah ketidakpuasan pasien terhadap rumah sakit," kata Agung.

Meski demikian, kata Agung, RSUD Wates merupakan penyumbang pendapatan asli daerah (APBD) paling besar di Kulon Progo yakni sebesar Rp7 miliar. Untuk mengimbangi hal tersebut, RSUD Wates mengupayakan pelayanan maksimal kepada pasien seperti pembenahan pelayanan hingga fasilitas pendukung.

"Pelayanan ruang rawat inap di RSUD Wates sudah pada tahapan semi tanpa kelas. Semua pasien mendapatkan pelayanan yang sama tanpa ada pembedaan pasien," katanya.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kulon Progo, Kasdiyono mengatakan dewan akan mengawasi pembenahan yang dilakukan manajemen rumah sakit. Meski begitu, dia memaklumi jika pembenahan dilakukan secara bertahap.

"Kami tunggu langkah konkret pembenahan yang dijanjikan. Kami optomistis, manajemen RSUD Wates dalam waktu dekat melakukan perubahan pelayanan mendasar dengan baik," katanya.

Anggota Komisi IV Ajrudin Akbar menambahkan, pelayanan di RSUD Wates memang cukup memprihatinkan. Untuk mendapatkan rekam medis saja dirinya harus menunggu 1,5 jam setelah pendaftaran awal. Belum lagi, dia juga harus menunggu sebelum mendapat pelayanan di poliklinik.

"Di sini yang menurut saya tidak efektif itu pemberkasan harus dilakukan pasien. Padahal, kan bisa dilakukan petugas rumah sakit. Jadi pasien bisa langsung ke poli tidak perlu menunggu lama lagi. Ini harus dibenahi juga,"kata dia.

(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026