
Tim Piala Davis Indonesia terbentuk

Jakarta (ANTARA Jogja) - Tim Davis Indonesia terbentuk setelah melalui serangkaian seleksi ketat terhadap delapan petenis terbaik baik dari kemampuan teknik maupun kondisi fisik selama dua pekan.
Mereka adalah Christopher Rungkat, Elbert Sie, Wisnu Adi Nugroho, dan Ketut Nesa Artha yang akan berlaga di Tokyo Stadium, Jepang, 1-3 Februari, kata Kapten Tim Piala Davis Indonesia Bonit Wiryawan di Jakarta, Sabtu.
Keempatnya terpilih berdasarkan penilaian Bonit beserta asisten pelatih Febi Widyanto dan pelatih fisik Robby Sudrajat.
Menurut Bonit, kemampuan teknik maupun kondisi fisik para kandidat sebetulnya seimbang sehingga mereka sempat kesulitan memilih pemain.
"Dari tujuh kandidat itu semua yang terbaik, kemampuan juga hampir rata semua. Tetapi kami melihat pemain secara fungsional," kata Bonit ditemui di Lapangan Tenis Senayan, Jakarta.
Oleh sebab itu, tim pelatih memilih Nesa yang dinilai cukup fleksibel untuk dipasangkan dengan pemain manapun saat bermain ganda. Sedangkan untuk nomor tunggal, Christopher masih menjadi tumpuan pertama.
Nesa merupakan pemian lama yang sudah tidak terlalu aktif mengikuti turnamen. Ia terakhir ikut memperkuat tim Davis pada awal tahun 2011 lalu saat Indonesia ditantang oleh Thailand. Namun pada turnamen internasional Futures beberapa waktu lalu, dia berhasil menembus final di nomor ganda.
"Dia bisa diacak ke mana saja, secara teknikal dia bagus diganda. Kami memilih yang paling terbaik dari yang terbaik," tambah Robby.
Sebelumnya pemain lain seperti David Agung, Ekky Hamzah, dan Hendri Susilo turut diseleksi. Sementara Indra Wijaya mundur karena mengalami cedera pinggang.
Ketua Umum PP PELTI, Maman Wirjawan, yang turut hadir dalam pengumuman meminta agar para pemain yang tidak terpilih tetap berdedikasi untuk tim nasional. Karena, kakak dari Gita Wirjawan itu hendak menyiapkan tim nasional untuk program lima tahun.
"Untuk lima tahun kedepan kami ingin mempunyai berlapis-lapis pemain nasional. Yang ada di sin sekarang akan disiapkan untuk banyak bermain di luar, kami akan bicara dengan sponsor," ujar Maman.
Sementara itu, tim Davis Indonesia hanya memiliki waktu seminggu menjelang pertandingan. Tim akan berangkat pada tanggal 27 Januari nanti.
"Sisa seminggu ini kami akan perbanyak di "on court", sifatnya sudah gabung latihan fisik dan teknik," jelas Febi, mantan petenis nasional itu.
Saat ini tim Indonesia menduduki peringkat 41 dunia sedangkan tim Jepang di urutan 21 dunia.
"Jepang memang bagus dari ranking tetapi saya selalu menekankan pada anak-anak untuk tetap bermain maksimal dan berpikir optimis," tambah Bonit.
M047
Pewarta :
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
