
Dishub pasang APILL di simpang tiga Kasihan

Bantul (ANTARA Jogja) - Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tahun ini akan memasang seperangkat alat pemberi isyarat lalu lintas atau APILL di simpang tiga Sonopakis, Ngestiharjo di Kecamatan Kasihan.
"Tepatnya di simpang tiga gedung Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), ini sudah kami sampaikan ke pemerintah provinsi (Pemprov)," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul, Eddy Susanto di Bantul, Rabu.
Menurut dia, pemasangan APILL di wilayah tersebut mendesak mengingat persimpangan yang dekat dengan lembaga pendidikan dan sekolah serta pusat ekonomi warga seringkali terjadi kepadatan kendaraan, sehingga perlu ada APILL.
"Rencananya APILL menggunakan sistem waktu (countdown timer), dipersimpangan tersebut sudah lama kami kaji, bahwa memang sangat membutuhkan APILL," katanya.
Ia mengatakan, pemasangan APILL tersebut akan direalisasikan pada triwulan dua 2013, sementara biaya pengadaan satu set rambu-rambu itu sebesar Rp400 sampai Rp500 juta.
Menurut dia, selain memasang APILL di Kasihan, rencananya pihaknya uga akan menambah sekitar 400 traffic cone atau alat berbentuk kerucut yang siap dimanfaatkan untuk membantu mengatur lalu lintas.
"Untuk trafic cone ini sifatnya insidentil, bisa digunakan di jalan dekat sekolah, pasar dan juga lingkungan perkantoran," katanya.
Selain itu, kata dia Dishub akan membuat rambu di Zona Selamat di sekolah-sekolah dan juga di pasar dan juga di sejumlah pusak kesehatan masyarakat (puskesmas).
"Untuk titik-titik masih dalam tahap koordinasi di Musyawarah Rembug Pembangunan (Musrenbang), tentunya nanti kami menggunakan skala prioritas menyesuaikan dengan persediaan," katanya.
Ia mengatakan, sematara pada tahun lalu, setidaknya pihaknya juga telah memperbaharui dan menambah rambu di dua titik yakni di persimpangan Sapu Angin Jalan dan Ngangkruk Srandakan.
"Sampai saat ini memang baru titik-titik tersebut yang perlu ada APILL untuk mendukung kelancaran lalu lintas, sementara simpang lainnya masih kami kaji," katanya.
(KR-HRI)
Pewarta :
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
