Logo Header Antaranews Jogja

Kampung Domba Cinyurup dijadikan objek wisata pendidikan

Rabu, 13 Februari 2013 21:21 WIB
Image Print
Ilustrasi kampung domba (Foto antaranews.com)

Pandeglang (Antara Jogja) - Kepala Bidang Objek Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pandeglang Muhamad Hasan menyatakan, peternakan domba terpadu di Kampung Cinyurup, Kelurahan Juhut dijadikan objek wisata pendidikan.

"Di Kampung Cinyurup, bukan hanya ada peternakan domba, tapi juga pengembangan sayur-mayur serta strawbery, dan pengunjung bisa membeli untuk oleh-oleh," katanya di Pandeglang, Rabu.

Berkunjung ke Cinyurup itu, kata dia, selain bisa melihat domba, tanaman sayuran serta strawbery, juga dapat menikmati pemandangan alam yang masih alami. Lokasi perkampungan tersebut berada di kaki Gunung Karang.

Camat Karangtanjung Doni Hermawan menjelaskan, perkembangan tanaman strawberry yang dibudidayakan masyarakat Cinyurup cukup bagus dan sekarang sudah mulai berbuah, bahkan banyak di antaranya telah memasuki masa panen.

"Sekarang setiap pengunjung ke lokasi peternakan itu, juga bisa membeli strawberry dari masyarakat untuk oleh-oleh," ujarnya.

Para peternak, kata dia, juga menanam aneka jenis sayuran seperti kol, cesim, bawang sayur serta sawi, yang juga sudah menghasilkan.

"Peternak domba Cinyurup tidak hanya mendapat penghasilan dari menjual domba, tapi juga dari menjual strawberry dan sayuran," kata Doni.

Mengenai usaha peternakan domba di Cinyurup, menurut dia terus dikembangkan dan populasi hewan ternak itu terus bertambah. "Populasi domba di Cinyurup terus bertambah, dan sekarang sudah mencapai 3.000-an ekor," ujarnya.

Di Cinyurup, kata dia, terdapat lima RW dan saat ini peternakan domba telah dikembangkan di empat RW, dan tahun ini ditargetkan seluruh warga terlibat dan usaha peternakan itu.

Usaha peternakan domba, kata dia, sudah menjadi mata pencarian utama sebagian besar warga kampung yang berada di "kaki" Gunung Karang tersebut.

"Saya optimistis peternakan domba Cinyurup akan semakin berkembang, apalagi mendapat dukungan dari pemerintah kabupaten, provinsi dan Kementerian Pertanian," ujarnya.

(S031)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026