
Polres Sleman selidiki pelemparan bom molotov

Sleman (Antara Jogja) - Polres Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku pelemparan bom molotov di rumah Ashar Deni Arifin (34) warga Kleben, Pandowoharjo, Sleman, Selasa dini hari pukul 03.50 WIB.
Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Heru Muslimin mengatakan pelemparan bom molotov tersebut dilakukan orang tak dikenal, diduga terkait masalah dendam.
"Pelaku maupun motivnya saat ini masih dalam penyelidikan," ucapnya.
Menurut dia, meskipun tidak ada korban jiwa, pihaknya akan melakukan pengejaran terhadap pelaku ini.
"Kami belum bisa memastikan apakah benar karena motif balas dendam, apalagi terkait korban yang menjabat Ketua RT dan pernah melarang penjualan minuman keras di wilayah tersebut," katanya.
Ia mengatakan, dalam kasus tersebut pihaknya menyita barang bukti berpa pecahan botol dan sumbu masih berbau bensin.
Sedangkan istri korban, Reni Yuningsih (32) mengatakan, peristiwa tersebut terjadi saat seisi rumah sedang tidur.
"Kalau suara motor tidak terdengar, hanya suara ledakan yang cukup keras dari arah depan rumah," tuturnya.
Ia mengatakan, setelah mendengar suara tersebut, kemudian dirinya segera mengamankan keempat anak dan suaminya.
"Saat kami keluar untuk melihat apa yang terjadi, terdapat api yang menjalar di pintu utama masuk rumah," katanya.
Reny mengatakan, warga yang mendengar suara ledakan tersebut juga berdatangan dan ikut membantu memadamkan api.
"Api menjalar di pintu utama, dan segera dipadamkan menggunakan air," ujarnya.
Kerabat korban yang rumahnya bersebelahan Yulian Diono mengatakan, dugaan kuat pelemparan tersebut dilakukan orang yang tidak menyukai korban sebagai Ketua RT, karena beberapa kali korban mendapatkan ancaman meskipun baru kali ini ancaman tersebut menggunakan molotov.
"Korban bersama warga setempat pernah melakukan larangan jual beli minuman keras, selain itu juga, pernah melakukan persidangan terhadap seorang anak yang melakukan tindak pencurian di rumah pak lurah, dua minggu lalu," tukasnya.
(V001)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
