
Nelayan Gunung Kidul paceklik ikan

Gunung Kidul (Antara Jogja) - Para nelayan sepanjang pantai di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meluputi Pantai Baron, Kemadang, Tanjungsari mengalami paceklik ikan sejak tiga pekan terakhir.
Seorang nelayan, Mugiyono, di Gunung Kidul, Jumat, mengatakan pada Januari hingga Maret seharusnya memasuki musim ikan seperti jenis bawal.
"Pada hari normal sehari memperoleh tangkapan ikan rata-rata 50 kilogram, sekarang hanya dapat delapan kilogram," kata Mugiyono.
Berdasarkan perhitungan nelayan, menurut dia, bulan ini seharusnya musim ikan jenis Bawal.
Meski hasil tangkapan sedikit, kata dia, tidak menyebabkan nelayan mengalami kerugian. Sebab, biaya yang dikeluarkan untuk melaut setiap harinya hanya Rp50 ribu.
"Hasil tangkapan ikan cukup untuk menutupi biaya melaut. Saat ini, harga ikan di tempat pelelangan ikan (TPI) cukup tinggi seiring minimnya hasil tangkapan ikan," katanya.
Terkait penyebab minimnya hasil tangkapan, ia mengaku tidak tahu penyebab ikan di sekitar pantai selatan Gunung Kidul ini menghilang. Padahal ombak laut normal atau sekitar satu meter.
"Melihat dari pemancing yang hasil tangkapan lumayan, kemungkinan terjadi perpindahan likasi ikan," katanya.
Nelayan lainnya, Suroso, mengatakan beberapa hari terakhir tangkapan didominasi ikan jenis bawal, layur dan rajungan, namun hasilnya tidak lebih dari tujuh kilogram.
"Sudah biasa seperti ini, kadang dapat banyak kadang tidak dapat. Hari ini hasil tangkapan sedikit, semoga esok hari melimpah lagi," katanya.
Anggota Kelompok Nelayan Mina Samudera Pantai Baron, Rudi, mengatakan minimnya hasil tangkapan ikan nelayan Gunung Kidul disebabkan oleh migrasi ikan.
"Hasil tangkapan ikan terus mengalami penurunan. Semoga hasil tangkapan akan kembali normal," kata Rudi.
(KR-STR)
Pewarta :
Editor:
Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026
