Logo Header Antaranews Jogja

Pemkab Kulon Progo berhasil perbaiki 221 RTLH

Minggu, 24 Februari 2013 15:28 WIB
Image Print
Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo bersama pejabat jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) melakukan gotong royong rumah masyarakat kurang mampu. (Humas Kabupaten Kulon Progo)

Kulon Progo (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, berhasil memperbaiki sebanyak 221 rumah tidak layak huni menjadi layak huni melalui "bedah rumah" di wilayah setempat.

Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo, Minggu, mengatakan bahwa anggaran perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) berbasiskan gotong royong masyarakat dan anggaran pertanggung jawaban sosial (CSR) berbagai pihak swasta.

"Selama 2012, kami setiap Minggu melakukan kerja bhakti bedah rumah. Jumlah RTLH milik masyarakat yang telah diperbaiki sebanyak 221 rumah yang semuanya tanpa dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tetapi dari gotong-royong masyarakat yang mampu kemudian peduli dengan warga yang masih miskin," kata Hasto di sela-sela kerja bhakti bedah rumah milik Slamet di Pedukuhan Sebokarang desa Triharjo Kecamatan Wates.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo bertekad meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan berbasis gotong royong dan membangun industri kecil untuk memberdayakan potensi lokal.

Bupati mengatakan bahwa bantuan untuk bedah rumah milik Slamet sebesar Rp10 juta yang berasal dari Paguyuban Pengentasan Masalah Sosial dan Kemiskinan Kulon Progo. Saat ini, bangunan rumah milik Slamet sudah mencapai 65 persen.

Ia meminta kepada warga yang telah memdapatkan bantuan perbaikan RTLH supaya tekun dan bekerja keras serta hidup tidak boros atau berhemat. Hidup bisa sukses bukan karena mampu memperoleh pendapatan yang besar, namun hidup sukses kalau mampu mengatur pendapatannya.

Dalam hidup itu penghasilan yang diterima jangan lupa untuk sedekah, menabung, investasi misalnya dengan membeli ayam atau untuk jualan, kemudian merubah gaya hidup tidak boros tapi hemat, hidup hemat, sederhana tapi tidak pelit," katanya.

Menurut Camat Wates Sri Utami, pada tahun 2013 di Kecamatan Wates ada rumah yang dibedah mencapai empat unit termasuk milik Slamet.

"Kami berharap, kehidupan masyarakat yang mendapatkan bantuan memperbaikan rumah akan lebih baik," katanya.

(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026