Logo Header Antaranews Jogja

Sleman kembangkan kecamatan minapolitan

Rabu, 27 Februari 2013 16:56 WIB
Image Print
Ilustrasi. Budidaya perikanan darat untuk mendukung perkembangan dan percepatan pembentukan kawasan Minapolitan. Kolam ikan di pesisir Kalangan masyarakat di kawasan pesisir Kulon Progo mengembangkan budidaya lele dengan sistem terpal. (Foto ANTARA/M

Sleman (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengembangkan kecamatan minapolitan untuk mendukung peningkatan produksi ikan air tawar.

"Pemerintah Kabupaten Sleman telah membuat Peraturan Bupati yang mengatur tentang kecamatan minapolitan yakni di Kecamatan Berbah dan Ngemplak," kata Staf Ahli Bupati Sleman Bidang Pemerintahan dan SDM Dwi Supriyatno ketika menerima kunjungan Komisi A DPRD Sumba Timur, Rabu.

Menurut dia, untuk pengembangannya, Pemkab memfasilitasi pengembangan sektor perikanan berbasis kelompok tani di dua daerah ini mulai hulu hingga hilir melalui APBD dan alokasi APBN.

"Hingga tahun ini Sleman memiliki 743 hektare kolam ikan, 64 hektare lahan minapadi, dan sejumlah 82 unit karamba," katanya.

Ia mengatakan, sebagai upaya fasilitasi, Pemkab Sleman melalui Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan juga menyelenggarakan pertemuan tiga bulanan sebagai wadah komunikasi para petani ikan di seluruh Kabupaten Sleman.

"Di samping itu, pemerintah juga mencanangkan program `Gemar Makan Ikan` bagi siswa-siswa SD, lomba diversifikasi pengolahan ikan, dan lomba membuat bekal sekolah sehat guna menanamkan kultur makan ikan sejak dini," katanya.

Dwi mengatakan, Sleman juga telah mampu mengoptimalkan produksi ikan air tawar untuk mensuplai kebutuhan ikan hingga di daerah di luar Sleman.

"Produksi perikanan pada 2012 juga mengalami peningkatan. Produksi ikan konsumsi mencapai 21 ribu ton lebih atau meningkat 19 persen dibanding tahun sebelumnya, benih ikan 902 juta ekor lebih atau naik 7,44 persen, ikan hias meningkat sekitar 11 persen dibanding tahun sebelumnya atau mencapai lebih dari 13 juta ekor," katanya.

Ia mengatakan, konsumsi ikan perkapita di Kabupaten Sleman juga mengalami peningkatan, pada 2011 konsumsi ikan perkapita sebesar 27,78 kilogram per kapita per tahun dan pada 2012 meningkat menjadi 28,65 kilogram per kapita per tahun.

"Tingkat konsumsi ikan di Sleman secara rata-rata lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat konsumsi ikan di DIY yaitu sebesar 20,00 kilogram untuk 2011," katanya.

Peningkatan konsumsi ikan di Sleman, kata dia, dipicu meningkatnya jumlah kelompok pembudidaya ikan, rumah makan/restoran ikan dan UKM yang mengolah berbagai produk olahan pangan berbahan baku ikan serta didukung peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, yang mulai bergeser pada konsumsi makanan nonkolesterol.

"Untuk mendukung sektor pariwisata, Pemkab Sleman juga memanfaatkan embung sebagai objek wisata di samping digunakan sebagai tempat penampungan air dan pengembangbiakan ikan air tawar seperti yang dilakukan di Embung Tambakboyo," katanya.


(V001)



Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026