
Kawanan perampok bobol SMP 5 Wates

Kulon Progo (Antara Jogja) - Kawanan perampok lintas provinsi membobol ruang laboratorium SMP Negeri 5 Wates Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu,akibatnya 20 unit komputer senilai Rp160 juta raib.
Aksi pencurian yang diduga dilakukan dini hari, dan pertama diketahui oleh satpam SMP Negeri 5 Wates Baryoto sekitar pukul 06.30 WIB. Waktu itu tukang sapu sekolah menemukan sesuatu yang mencurigakan saat membersihkan lingkungan.
"Ketika saya datang ke sekolah, saya mendapat laporan dari tukang sapu sekolah yang menemukan plepet jendela saat bersih-bersih lingkungan sekolah. Kemudian, saya melakukan pengecekan keadaan ruang laboratorium komputer. Ternyata komputer-komputer sudah hilang," kata Baryoto di Kulon Progo.
Setelah melihat ruangan komputer yang acak-acakan, ia mengatakan dirinya langsung melapor melalui telepon ke Polsek Wates dan Polres Kulon Progo.
Seletalah itu, dirinya langsung memanggil dua penjaga malam Sumijo dan Sucipto. Kedua penjaga malam tersebut justru tidak mengetahui sudah terjadi pencurian.
Sementara, petugas polisi yang datang ke lokasi kejadian langsung melakukan pengecekan dan olah tempat keadian perkara (TKP). Komputer yang dibawa kabur pelaku sebanyak 21 unit dari lab komputer 2. Namun satu unit berhasil ditemukan masih tertinggal di kebun tebu belakang sekolah.
Kepala SMPN 5 Wates Wakidin mengatakan perangkat komputer yang digasak pencuri tersebut merupakan bantuan dari Kemenkominfo dan Kementerian Pendidikan pada 2011.
"Masing-masing komputer senilai Rp 8 juta sehingga kerugian ditaksir mencapai Rp 160 juta," kata Wadikin.
Panit Reskrim Polsek Wates Aiptu Suparno mengatakan pelaku diperkirakan lebih dari dua orang. Pihaknya masih mengembangkan penyelidikan untuk mengetahui identitas dan mengejar para pelaku.
Terkait tingginya pencurian di beberapa sekolah di wilayah Kulon Progo Kapolres Kulon Progo AKBP Johanes Setiawan Widjanarka mengatakan pihaknya akan membentuk tim khusus untuk menyelidiki kejadian tersebut.
Ia memperkirakan, pelaku perampokan diduga merupakan komplotan spesialis yang menyasar peralatan elektronik seperti komputer di sekolah-sekolah maupun kantor instansi.
"Kami menduga, pencurian ini dilakukan oleh komplotan yang sama dengan wilayah sasaran lintas daerah. Seperti dari Magelang, Purworejo, dan sekitarnya. Yang jelas bukan dari Kulon Progo," kata Setiawan.
(KR-STR)
Pewarta :
Editor:
Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
