Logo Header Antaranews Jogja

Kenaikan harga bawang akibat pasokan berkurang

Kamis, 14 Maret 2013 15:31 WIB
Image Print
Harga bawang putih dan bawang merah di pasar tradisional melambung tinggi akibat pasokan tidak lancar. (Foto ANTARA/Mamiek)

Bantul (Antara Jogja) - Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulistyanto mengatakan kenaikan harga bawang merah dan putih akibat berkurangnya pasokan komoditas itu.

"Kenaikan harga bawang merah dan putih ini juga berlaku secara nasional yang disebabkan pasokan berkurang akibat panenan berkurang karena musim hujan," katanya di Bantul, Kamis.

Menurut dia, berdasarkan pantauan petugas di sejumlah pasar tradisional di daerah itu harga bawang putih rata-rata sebesar Rp45 ribu per kilogram, sedangkan bawang merah rata-rata sebesar Rp50 ribu per kilogram.

"Meskipun naik, di Bantul harganya lebih rendah yakni Rp45 ribu sampai Rp50 ribu perkilogram, sedangkan rata-rata nasional harga bawang sudah mencapai Rp55 ribu sampai Rp60 ribu per kilogram," ulasnya

Meski pasokan berkurang, kata dia pihaknya tetap memastikan ketersediaan dua komoditas pokok tersebut aman di pasaran dan menjamin distribusi tetap lancar sehingga kekhawatiran terjadi kelangkaan kedua komoditas itu tidak terjadi.

"Kami tetap menjamin distribusi barang terus ada, bahkan saya menilai di Bantul termasuk lancar, karena masuknya komoditas ini juga berasal dari pasar induk dari Yogyakarta dan Kabupaten Sleman," katanya.

Ia mengatakan, meski harganya melambung, pihaknya memastikan tidak ada bawang impor yang masuk ke Kabupaten Bantul, dan sejauh ini bawang merah dan bawang putih didatangkan dari Nusa Tenggara dan wilayah pantura.

Ditanya mengenai pihak yang menimbun atau memanfaatkan situasi seperti ini, ia mengatakan kemungkinan sangat kecil, karena distribusi kedua komoditas tersebut langsung masuk ke pasar.

"Kondisi ini kemungkinan bisa pulih saat di sejumlah daerah mulai panen dan untuk saat ini sebagian petani sedang mulai menanam. Saat musim hujan, penanaman bawang merah dan bawang putih memang sangat beresiko gagal," katanya.

Sementara, pemilik warung makan di komplek DPRD Bantul, Mardi mengaku resah dengan lonjakan harga bawang merah dan bawang putih dipasaran yang mencapai Rp45 ribu sampai Rp50 ribu per kilogram sejak satu-dua pekan lalu.

"Labanya jadi mepet, jadi saya mengandalkan laba dari jualan minuman saja, karena kalau menaikkan harga makanan khawatir pembeli pada lari, padahal mencari pembeli kan susah," katanya.

Ia mengaku dalam sehari warung ini biasa menghabiskan masing-masing setengah kilogram bawang merah dan bawang putih, sejak harganya naik dirinya tetap tidak mengurangi porsi maupun takaran bumbu itu.

"Kalau carinya (bawang merah dan bawang putih) mudah, cuma harganya mahal, saya berharap harganya segera bisa normal, agar tidak terus-terusan mengeluarkan biaya besar jika akan jualan," katanya.

(KR-HRI)



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026