Logo Header Antaranews Jogja

Perguruan tinggi perlu lakukan penguatan akademik

Sabtu, 23 Maret 2013 16:16 WIB
Image Print
Rektor UII Yogyakarta Edy Suandi Hamid (Foto Antarajogja.com)

Jogja (Antara Jogja) - Perguruan tinggi perlu melakukan penguatan aktivitas akademik dalam menyelenggarakan pendidikan, kata Rektor Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Prof Dr Edy Suandi Hamid.

"Penguatan aktivitas akademik merupakan pintu suksesnya sebuah perguruan tinggi dalam menyelenggarakan pendidikan," katanya pada wisuda 653 lulusan Universitas Islam Indonesia (UII) periode IV tahun akademik 2012/2013 di Yogyakarta, Sabtu.

Oleh karena itu, menurut dia, hingga saat ini UII terus melakukan inovasi program baik dalam bentuk "workshop", seminar maupun pelatihan bagi sivitas akademika UII.

"Kami patut bersyukur upaya itu kini dapat kami rasakan dengan diraihnya berbagai prestasi akademik oleh mahasiswa maupun dosen di lingkungan UII," ucapnya.

Ia mengatakan, langkah konsisten untuk terwujudnya UII sebagai universitas bertaraf internasional juga secara intensif terus dilakukan.

"Pengembangan UII di antaranya diarahkan melalui intensitas program kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi asing yang memiliki kualifikasi unggul," tuturnya.

Menurut dia, dalam konteks sosial kebangsaan, UII sebagai lembaga pendidikan juga tetap konsisten menunjukkan kiprah dan kepeduliannya dengan memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa ini.

"Komitmen UII dalam melakukan dakwah Islamiyah dan pengabdian masyarakat di antaranya diwujudkan melalui `International Counter Narcotic Conference" pada Januari 2013," tukasnya.

Ia mengatakan, konferensi bertema "Save the Young Generation from Drugs", sebagai salah satu rangkaian kegiatan Milad Ke-70 UII, memiliki makna penting bahwa UII memiliki kepedulian untuk menyelamatkan generasi muda.

"Jika melihat kondisi kekinian, generasi muda yang mayoritas dikategorikan sebagai pelajar tidak sedikit terjerumus dalam dunia haram obat-obatan terlarang," ujarnya.

Menurut dia, UII juga meresmikan Pusat Studi Penyalahgunaan Narkoba yang menjadi pusat kajian khusus pertama di perguruan tinggi Indonesia yang "concern" pada gerakan antinarkoba dan dilakukan secara terpadu multidispliner.

Selain itu juga mempunyai jaringan secara regional, nasional, dan internasional sesuai sifat kejahatan narkoba yang mengglobal.

Ia mengatakan, Fakultas Hukum UII juga mendirikan Pusat Studi Kejahatan Ekonomi. Pendirian pusat studi itu selaras dengan kapasitas UII.

Kapasitas itu adalah UII dapat berperan sebagai konseptor, inisiator, motivator, dan fasilitator program terkait penanggulangan narkoba dan pencegahan kejahatan ekonomi seperti korupsi.

"Dengan demikian UII sebagai perguruan tinggi diharapkan tidak lagi dikesankan sebagai `menara gading` yang enggan terlibat aktif menyelesaikan problematika kebangsaan," katanya.

Sebanyak 653 wisudawan itu terdiri atas empat lulusan Program D-3, 541 lulusan Program S-1, dan 108 lulusan Program S-2.

(B015)



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026