Logo Header Antaranews Jogja

Lapas Cebongan akan kerja sama dengan UGM

Kamis, 28 Maret 2013 13:51 WIB
Image Print
Lembaga Pemasyarakatan Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Foto antarayogya.com)

Sleman (Antara Jogja) - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Cebongan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan bekerj asama dengan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta untuk memberikan "trauma healing" bagi para warga binaan khususnya tahanan yang melihat langsung penembakan empat tahanan dalam insiden penyerangan kelompok bersenjata pada Sabtu (23/3).

"Kami sudah menghubungi pihak Fakultas Psikologi UGM Yogyakarta dan mereka bersedia untuk membantu memberikan pendampingan untuk memulihkan trauma warga binaan, khususnya 31 tahanan yang melihat langsung aksi penembakan empat tahanan," kata Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Cebongan, Sleman Sukamto Harto, Kamis.

Menurut dia, Fakultas Psikologi UGM akan menerjunkan tim yang akan datang ke lapas untuk memberikan pendampingan psikologis bagi para tahanan agar trauma dan rasa takut yang saat ini masih menghinggapi mereka dapat berkurang atau hilang.

"Sampai saat ini para tahanan masih trauma, bahkan ada berapa masih belum mau makan. Ini bisa dimaklumi karena mereka melihat secara langsung aksi penembakan yang sangat sadis," katanya.

Ia mengatakan, selain itu untuk menghilangkan trauma, pihaknya juga telah membersihkan sel tahanan Anggrek Blok A5 tempat dimana aksi penembakan dilakukan.

"Sudah sejak dua hari lalu dibersihkan, bercak-bercak darah yang masih menempel di karpet dan mengeluarkan bau busuk menyengat dan muncul belatung juga sudah kami keluarkan. Kemudian dinding juga sudah kami cat ulang," katanya.

Sukamto mengatakan, nanti setelah semua beres pihaknya juga akan menggelar doa bersama dengan para warga binaan maupun tahanan untuk mendoakan arwah para korban penembakan.

"Selain itu juga untuk memohon keselamatan kepada Tuhan agar kejadian serupa tidak terulang lagi dan agar warga binaan maupun tahanan bisa lebih tenang dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya juga belum bisa memastikan apakah dalam waktu dekat ini Blok 5A akan langsung digunakan atau tidak.

"Namun yang jelas 31 tahanan yang sebelumnya di ruang tersebut tidak akan kami kembalikan ke sana. Kami juga belum tahu apakah nama sel tahanan Anggrek akan diganti atau tidak," katanya.

(V001)



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026