Logo Header Antaranews Jogja

Populasi sapi di Merapi hampir pulih

Senin, 29 April 2013 17:12 WIB
Image Print
Ilustrasi peternak sapi (Foto antaranews.com)

Sleman (Antara Jogja) - Populasi sapi perah dan sapi potong di lereng Gunung Merapi, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, hampir pulih setelah sempat terpuruk akibat erupsi 2010.

"Populasi ternak sapi, baik sapi potong maupun sapi perah, selama tiga tahun terakhir pascaerupsi Merapi terus mengalami peningkatan," kata Bupati Sleman Sri Purnomo pada penyerahan bantuan kandang komunal dan ternak dari FAO bagi korban Merapi di Sleman, Senin.

Menurut dia, saat ini populasi sapi potong mencapai 54.921 ekor, atau meningkat 6,2 persen dari tahun lalu, sedangkan populasi sapi perah mencapai 3.556 ekor, atau meningkat 1 persen dari tahun lalu.

"Meningkatnya jumlah populasi sapi ini diikuti dengan meningkatnya produksi susu sebesar 12,19 persen dan daging sebesar 2,51 persen," katanya.

Ia mengemukakan erupsi Merapi 2010 mengakibatkan kematian berbagai jenis hewan ternak. Jumlah hewan ternak yang mati yaitu 2.233 ekor sapi perah, 235 ekor sapi potong, 110 ekor kambing, 37.000 ekor burung puyuh, 47.000 ekor ayam potong dan 106.300 ekor ayam petelur dengan nilai total Rp32,495 miliar.

"Erupsi Merapi juga merusak kandang hewan ternak senilai Rp10,172 miliar, tanaman Hijauan Makanan Ternak (HMT) senilai Rp1,394 miliar dan instalasi air senilai Rp3,896 miliar. Nilai total kerusakan pada sub sektor peternakan tercatat sebesar Rp48,048 miliar," katanya.

Sri Purnomo menambahkan kerugian yang dihadapi peternak adalah menurunnya atau berhentinya produksi peternakan.

"Dalam kasus sapi perah, jumlah susu yang seharusnya dapat diproduksi adalah sebesar 4.482 liter atau senilai Rp12,549 miliar. Kerugian lain yang dihadapi adalah biaya evakuasi hewan ternak sebesar Rp180,5 juta, biaya penyediaan tanaman HMT sebesar Rp953 juta dan pembuatan kandang sementara sebesar Rp1,602 miliar," katanya.

Nilai total kerugian pada subsektor peternakan itu tercatat sebesar Rp48,184 milyar.

Perwakilan FAO Mustafa Imir mengatakan dalam program bantuan ini FAO memfokuskan pada tiga poin utama yakni komponen ternak, komponen salak organik dan komponen forum lingkungan.

"Penyerahan bantuan ini hanyalah salah satu bagian saja namun bukan akhir dari proyek FAO. FAO akan terus mendukung peningkatan kapasitas dan aspek organisasi hingga akhir tahun," katanya.

Ia mengatakan bantuan kandang komunal dan sapi ini diharapkan dapat membantu perbaikan ekonomi masyarakat sehingga tidak semakin terpuruk akibat bencana erupsi Gunung Merapi.

Sabastian Saragih sebagai pendamping program bantuan FAO mengatakan pengembangan kandang komunal ini merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memulihkan aset masyarakat dan lebih jauh diharapkan bisa menjadi model pengembangan kandang komunal yang berperspektif pengurangan risiko bencana.

"Walaupun serah terima dilakukan bulan April ini namun pendampingannya akan dilanjutkan sampai dengan akhir Desember 2013," katanya.

(V001)



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026