
Bantul jamin tunjangan sertifikasi guru diterima utuh

Bantul (Antara Jogja) - Dinas Pendidikan Menengah dan Nonformal Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjamin bahwa tunjangan sertifikasi ribuan guru di daerah ini pada triwulan pertama Januari-Maret 2013 diterima utuh.
Kepala Dinas Pendidikan Mengengah dan Nonformal (Dikmenof) Bantul, Masharun Ghazalie, usai rapat APBD 2013 di Bantul, Selasa mengatakan pemkab saat ini telah mencairkan tunjangan sertifikasi triwulan pertama ke rekening masing-masing guru.
"Kabar adanya pemotongan tunjang sertifikasi itu sama sekali tidak benar, saya tahu itu namanya fitnah, karena saya pastikan tunjangan sertifikasi tidak dicampur aduk dengan urusan lain dan dijamin diterima utuh," katanya.
Menurut dia, dalam rapat bersama sejumlah instansi terkait itu membahas tentang penggunaan dana ABPD 2013, namun karena saat ini masih bulan April sehingga sesuai aturan tunjangan sertifikasi guru PNS baru dicairkan untuk triwulan pertama.
"Data di Dinkmenof Bantul ada sebanyak 1.709 guru yang menerima tunjangan sertifikasi, silahkan bisa cek sesuai dengan nomor rekening masing-masing di Bank Pembangunan Daerah (BPD)," katanya.
Ia mengatakan, kemudian untuk tunjangan sertifikasi guru untuk triwulan kedua yakni April-Juni dipastikan dapat dicairkan pada Juli mendatang.
Ditanya mengenai kabar adanya potongan tunjangan untuk dialokasikan guna mendukung operasional pemain Persiba Bantul, pihaknya membantah karena menurutnya selama ini Pemkab Bantul tidak pernah menginstruksikan hal itu.
"Kami tidak sampai pada tataran minta-minta karena itu salah besar, hanya saja kami berharap ada penyadaran warga Bantul untuk mendukung tim olahraga andalannya, apalagi pada 2011 Persiba pernah juara 1 Nasional," katanya.
Terkait sertifikasi triwulan berikutnya, pihaknya juga berharap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) agar menyiapkan anggaran sertifikasi guru tepat pada waktunya.
(KR-HRI)
Pewarta : Oleh Heri Sidik
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
