Logo Header Antaranews Jogja

656 KK Korban Merapi belum bersedia relokasi

Minggu, 12 Mei 2013 18:29 WIB
Image Print
Korban banjir lahar dingin Merapi (Dok ANTARA/Wahyu Putro)

Sleman (Antara Jogja) - Sebanyak 656 kepala keluarga di tiga dusun di Kawasan Rawan Bencana III Gunung Merapi hingga kini belum bersedia direlokasi sehingga mereka terancam tidak memperoleh hunian tetap karena program ini akan ditutup pada akhir 2013.

Koordinator Proyek Manajemen dari Tim Rehabilitasi dan Rekonstruksi Masyarakat Berbasis Komunitas (Rekompak), Mahmudun Ainuri, Minggu, mengatakan sebenarnya program hunian tetap sudah ditutup pada Desember 2012.

"Karena masih ada beberapa unit hunian tetap belum selesai pembangunannya, maka diperpanjang sampai Desember 2013," katanya.

Ia mengatakan jika ada korban Merapi yang masuk dalam KRB III memerlukan fasilitas pembangunan hunian tetap, diharapkan secepatnya karena akan ditutup sampai Desember 2013.

"Memang masih ada sekitar 656 KK yang masih enggan meninggalkan tempat tinggalnya di KRB III Merapi. Mereka ini tinggal di Dusun Srunen, Kalitengah Lor, dan Kalitengah Kidul, Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman," katanya.

Menurut dia, hingga Mei 2013 pembangunan hunian tetap korban Merapi di DIY sebanyak 2.083 unit. 1.991 unit difasilitasi Rekompak.

"Pembangunan keseluruhan ditargetkan selesai dan bisa ditinggali secara nyaman Juli mendatang. Masih ada 401 unit yang belum teraliri listrik, 11 unit listrik bermasalah, dan di hunian tetap Dusun Kuwang, Randusari, serta Dongkelsari, kualitas air bersih tidak memenuhi baku mutu," katanya.

Camat Cangkringan Bambang Nurwiyono mengatakan dalam proses penyelesaiannya, masih ada 301 KK calon penghuni hunian tetap Kuwang dan Randusari yang masih mengungsi. Di antaranya di Balai Desa Argomulyo, SD Bronggang Lama, dan sebagian di rumah penduduk atau rumah saudaranya.

"Kalau untuk bantuan kepada para pengungsi, saat ini sudah tidak ada," katanya.

Sedangkan warga yang ada di tiga dusun belum bersedia direlokasi sampai akhir 2013. Maka dana untuk pembangunan hunian tetap akan dikembalikan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Syaiful Bakhrie mengatakan, sampai kini dialog dengan warga di tiga dusun terus dilakukan.

"Memang, untuk program pembangunan hunian dari 2011 hanya sampai pada akhir 2013 nanti," katanya.

Ia mengharapakan warga untuk sesegera mungkin menyetujui tinggal di lokasi yang aman dan nyaman dari bahaya erupsi Gunung Merapi.

"Kebijakan perpanjangan program pembangunan hunian tetap pasti ada. Tapi itu keputusan pimpinan," katanya.


(V001)



Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026