
Bupati minta BPBD Sleman waspadai siklus Merapi

Sleman (Antara Jogja) - Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Purnomo meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat untuk mewaspadai siklus empat tahunan erupsi Gunung Merapi guna meminimalkan risiko bencana.
"Siklus empat tahunan erupsi Gunung Merapi harus diwaspadai," kata Sri Purnomo saat melantik sejumlah pejabat eselon termasuk Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Jumat.
Menurut dian kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascaerupsi Gunung Merapi 2010 harus segera dituntaskan.
"BPBD diharapkan untuk bekerja lebih keras untuk menyelesaikan program tersebut," katanya.
Ia mengatakan, selain ancaman erupsi Gunung Merapi, BPBD juga harus mengantisipasi ancaman bencana lainnya yang berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Sleman.
"Ancaman bencana alam lain juga harus mendapat perhatian seperti tanah longsor dan angin puting beliung," katanya.
Sri Purnomo mengatakan, pelantikan merupakan bagian dari proses regenerasi dan penyempurnaan penataan organisasi perangkat daerah.
"Di samping itu pelantikan pejabat ini dimaksudkan untuk menghindari potensi stagnasi dan kesenjangan operasional dalam pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan dan, pelayanan publik agar tetap berjalan," katanya.
Ia mengatakan, pelantikan pejabat struktural baik karena promosi, mutasi maupun rotasi di setiap instansi pemerintah adalah bagian dari kehidupan organisasi dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan, serta merupakan bagian dari pola pembinaan karier pegawai.
"Pengembangan dan pembinaan karier pegawai tidak dilakukan semata-mata untuk kepentingan pegawai yang bersangkutan, melainkan lebih diutamakan untuk melakukan pembenahan dan pemantapan organisasi dalam rangka meningkatkan kinerja penyelenggaraan tugas dan pelayanan umum," katanya.
(V001)
Pewarta : Oleh Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
