Logo Header Antaranews Jogja

Dokter: paparan cahaya gadget dapat akibatkan katarak

Jumat, 7 Juni 2013 16:18 WIB
Image Print
Operasi katarak PMI (Foto Antara/Regina)

Sleman (Antara Jogja) - Paparan cahaya dari perangkat elektronik gadget dalam intensitas tinggi dapat mengakibatkan katarak pada mata pengguna, kata dokter mata dr Etty Budiasri, SPm.

"Paparan cahaya matahari secara langsung maupun paparan cahaya dari gadget berpotensi menimbulkan penyakit mata katarak," kata dr Etty Budiasri dari "Bayukarta Eye Center" dalam paparan kesehatan mata bagi Dharma Wanita Kabupaten Sleman, Jumat.

Menurut dia, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita katarak terbanyak kedua di dunia. "Sedangkan di DIY sendiri 1,47 persen penduduk menderita katarak dan naik 10 persen setiap tahun," katanya.

Ia mengatakan, pada dasarnya penyakit ini cukup mudah dicegah, yakni dengan membiasakan diri menghindari paparan sinar matahari langsung dan mengurangi intensitas paparan cahaya dari berbagai gadget yang biasa digunakan setiap harinya.

"Penting bagi para ibu untuk turut melindungi keluarga sebagai unsur masyarakat terkecil. Ibu dapat membantu pemenuhan gizi anak-anaknya sebagai upaya preventif munculnya penyakit mata," katanya.

Etty mengingatkan bahwa pemberian vitamin A tidak perlu berlebihan, cukup satu minggu sekali sesuai kebutuhan.

"Di samping itu, para ibu juga perlu mewasapdai gejala penyakit mata seperti pandangan kabur, kurang jelas dan gejala-gejala lain kemudian segera mengkonsultasikan kepada dokter spesialis," katanya.

Ketua Dharma Wanita Kabupaten Sleman Amalia Riyadi, mengatakan pemberian pengetahuan tentang kesehatan mata ini dilakukan untuk mengedukasi anggota Dharma Wanita Sleman tentang pentingnya peran ibu dalam melindungi keluarga dari bahaya penyakit mata.

"Mulai dari penyakit mata ringan bahkan hingga penyakit fatal seperti katarak," katanya.

Ia mengimbau para anggota Dharma Wanita untuk turut serta menjaga kualitas kesehatan di lingkungannya.

"Bagi yang mengetahui adanya penderita katarak di lingkungan tempat tinggalnya dapat segera melaporkan ke puskesmas terdekat untuk dapat dibantu pengobatannya," katanya.

(V001)



Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026