Logo Header Antaranews Jogja

170 gerobak sapi ikut festival

Minggu, 16 Juni 2013 13:22 WIB
Image Print
Gerobak sapi (Foto rimanews.com)

Sleman (Antara Jogja) - Sebanyak 170 gerobak sapi ikut festival di kawasan Stadion Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu.

Festival Gerobak Sapi yang pesertanya dilepas Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X itu, dimaksudkan untuk menyemarakkan kepariwisataan di daerah ini.

Kegiatan yang tergolong langka tersebut, disaksikan ribuan warga masyarakat yang memadati kawasan Stadion Maguwoharjo.

Ketua Panitia Festival Gerobak Sapi 2013 Bowo Harso Nugroho mengatakan kegiatan ini diselenggarakan Karang Taruna Malangrejo, Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, bekerja sama dengan Pemkab Sleman.

Sri Sultan HB X didampingi Bupati Sleman Sri Purnomo serta GKR Hemas didampingi Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu berkesempatan naik gerobak sapi, dan membaur sambil berdialog dengan komunitas gerobak sapi serta penonton festival ini.

Ikut menyemarakkan kegiatan tersebut, Paguyuban Karawitan "Puspito Laras" dari Malangrejo, Sleman.

Dalam kesempatan itu, tampil musik "Jingle Gerobak Sapi" oleh komunitas Folks Mataraman Institute (FMI), yang menyajikan irama etnik berciri khas perdesaan.

Juga ditampilkan kegiatan melukis sapi oleh perupa Bambang Heras.

Ditampilkan pula kesenian tradisional, "jathilan",

"Gangnam Style" dari KODIM 0734 Yogyakarta, serta atraksi "Gerobak Sapi Free Style".

Gerobak sapi yang ikut kegiatan ini dihiasi beraneka ragam hasil bumi, di antaranya sayuran dan buah-buahan.

"Kegiatan ini juga untuk mewadahi komunitas-komunitas gerobak sapi yang banyak bermunculan di masyarakat," kata Bowo Harso Nugroho.

Menurut dia, kegiatan ini juga untuk melestarikan sarana transportasi tradisional yang dulu banyak dimanfaatkan petani dalam memasarkan hasil bumi mereka.

"Dulu kakek dan orangtua kami menggunakan gerobak sapi untuk menjual hasil panen ke kota," katanya.

(V001)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026