Malang (Antara Jogja) - Sebanyak 60 persen dari sekitar 50 ribu mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang berasal dari luar Jawa Timur, bahkan peminatnya paling banyak dari Jakarta dan Kalimantan.
"Kami bersyukur saat ini UB sudah menjadi semakin populer dan masyarakat semakin percaya pada UB sebagai tempat untuk melanjutkan pendidikan tinggi mereka," kata Rektor UB Prof Dr Yogi Sugito di Malang, Jumat.
Ia mengatakan mahasiswa yang memilih UB sebagai kampus untuk menempuh pendidikan tingginya dari tahun ke tahun semakin meningkat. Tingkat persaingan untuk masuk UB pada dua tahun lalu maish satu banding delapan, namun saat ini sudah mencapai satu banding sepuluh.
Yogi mengaku, dari sekitar 50 ribu mahasiswa ini, 60 persennya berasal dari Jakarta dan Kalimantan. Justru, yang berasal dari Jawa Timur masih sangat sedikit, termasuk dari wilayah Malang dan sekitarnya, seperti Blitar, Tulungagung, Kediri, dan Pasuruan.
Itu artinya, kata Yogi, keberadaan UB semakin dikenal. Apalagi, kampus UB juga ada yang di Jakarta dan di Kediri yang saat ini masih dalam tahap pembangunan. "Kita berharap ke depan UB ini tidak hanya dikenal di Tanah Air, tapi juga di belahan dunia," ujarnya, berharap.
Untuk tahun ini, lanjutnya, UB mendapatkan kuota tambahan mahasiswa baru sekitar 10 persen dari tahun lalu. Artinya, tahun ini UB akan menerima sebanyak 15 ribu mahasiswa baru lagi yang diseleksi melalui tiga jalur masuk perguruan tinggi negeri (PTN).
Dari jalur Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPT) atau jalur undangan sebanyak 50 persen atau 7.500 mahasiswa, jalur Seleksi Bersama Masuk PTN sebanyak 30 persen dan jalur undangan 20 persen.
"Dari tiga jalur seleksi masuk ini, masih ada jalur afirmasi dan minat serta bakat atau jalur prestasi. Untuk jalur afirmasi dan prestasi ini kuotanya banyak, sebab afirmasi ini bersifat khusus, karena untuk menampung lulusan SMA dari daerah terluar, terdepan dan tertinggal," tuturnya.
(E009)
