Logo Header Antaranews Jogja

Pemkab ajak masyarakat cerdas sikapi kenaikan BBM

Selasa, 25 Juni 2013 17:30 WIB
Image Print
Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo (Foto ANTARA/Mamiek)

Kulon Progo (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengajak masyarakat cerdas dan jangan putus asa dalam menyikapi kenaikan harga bahan bakar minyak.

Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo di Kulon Progo, Selasa, mengatakan masyarakat dapat menyikapi kenaikan BBM dengan berbagai cara seperti hidup sederhana, biayai hidup semurah mungkin tapi jangan pelit dan tingkatkan gotong royong.

"Warga cukup hidup sederhana, tidak perlu bermewah-mewah. Sikapi kenaikan harga BBM dengan cerdas," kata Hasto.

Meski kenaikan membuat masyarakat mengalami kesulitan ekonomi, kata Hasto, ada trik khusus yakni jika masyarakat tidak ingin miskin harus menikmati kondisi kemiskinan tersebut, hiduplah sederhana.

Menurut dia, kenaikan harga BBM sekarang juga dapat digunakan untuk memberi pelajaran bagi ada anak yang belum dewasa untuk ikut berpikir hemat.

"Misal anak kita ada yang sukanya naik motor kemana-mana yang tidak bermanfaat, saat ini bisa diberi tahu sekarang BBM naik sehingga anak bisa diajak ikut belajar berhemat," katanya.

Selain itu, menurut dia, kenaikan harga BBM tidak perlu membuat masyarakat cemas. Sebab, budaya gotong royong tetap dapat melakukan hal-hal yang besar untuk kemajuan bersama.

Seperti pemindahan makam di Nagung yang dilakukan secara rame-rame, secara bergotong royong tetap bisa dilakukan, meskipun tanpa menggunakan dana APBD.

"Jika dianggarkan APBD untuk memindahkan makam, maka masing-masing minta ganti rugi yang besar. Ternyata tanpa APBD dengan gotong royong tetap bisa kita laksanakan,"katanya.

Untuk itu, Hasto mengajak warga untuk selalu bekerja keras, karena dengan bekerja keras, maka akan diberi jalan rejeki yang mudah.

"Jika kita bekerja keras, maka kita akan sukses, rejeki lancar. Namun jika hidup kita seenaknya, maka kita akan diperlakukan kejam oleh dunia," katanya.


(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026