
Puncak arus mudik jalur Kulon Progo "H-4"

Kulon Progo (Antara Jogja) - Arus mudik yang melewati jalur utama Purworejo-Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencapai puncaknya terjadi pada "H-4" Lebaran Idul Fitri 1434 Hijriah atau Minggu, 4 Agustus 2013.
Pemimpinan kegiatan pemantuan di Posko Monitoring Ketupat Progo Lebaran 2013, Sugiono di Kulon Progo, Senin, mengatakan pada arus mudik ini masih didomini oleh mobil pribadi dan sepeda motor.
"Arus mudik tahun ini mengalami peningkatan 30 persen dibandingkan Lebaran 2012. Pada `H-4` volume kendaraan pribadi dari arah Jakarta mencapai 10.283 unit," kata Sugiono.
Ia mengatakan volume bus AKAP, pariwisata dan bus malam yang melalui Kulon Progo pada "H-5" mencapai 706 unit dan "H-4" sebanyak 1018 unit. Untuk mobil pribadi volumenya pada "H-5" sebanyak 10.898 unit, dan "H-4" sebanyak 10.283 unit.
Sementara, volume sepeda motor pada H-5 sebanyak 9.194 unit, dan H-4 sebanyak 9.817 unit atau mengalami peningkatan di atas 600 unit.
"Volume bus AKAP, pariwisata dan bus malam serta sepeda motor puncaknya pada H-4, sedangkan untuk mobil pribadi terjadi pada H-5," katanya.
Meski volume kendaraan terus mengalami peningkatan, ia mengatakan, arus lalu lintas terpantau padat merayap. Di rambu lalu lintas simpang tiga Toyan dan depan Terminal Wates serta di simpang empat Karangnongko sering terjadi penumpukan kendaraan, khususnya dari arah barat atau Jakarta.
"Atrean kendaraan bisa mencapai 200 hingga 300 meter. Tetapi, petugas dari Dishubkominfo dan Polres Kulon Progo dengan sigap mengurai antrean kendaraan," tuturnya.
Kabid Angkutan Terminal dan Perparkiran Dishubkominfo Kulon Progo, Joko Tri Hatmono mengatakan peningkatan intensitas kendaraan di jalur utama mudik wilayah Kulon Progo terjadi sejak H-7, Kamis (1/8) lalu. Berdasarkan catatan Pos Lebaran Dishubkominfo, kendaraan yang melintas pada H-7 sebanyak 26.329. Kepadatan meningkat pada H-6 sebanyak 30.347 kendaraan, dan H-5 sebanyak 38.131 kendaraan.
"Jumlah kendaraan selama arus mudik sejak H-7 sampai H-5 ini dibanding tahun lalu meningkat. H-7 meningkat 10 persen, pada 2012 hanya sekitar 24 ribu kendaraan, H-6 meningkat 3 persen (tahun lalu 29 ribu), dan H-5 meningkat hampir 30 persen (tahun lalu 29 ribu)," katanya.
(KR-STR)
Pewarta : Oleh Sutarmi
Editor:
Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026
