Logo Header Antaranews Jogja

Tikus serang 7.200 hektare padi di Sleman

Selasa, 27 Agustus 2013 16:45 WIB
Image Print
Ilustrasi (Foto antaranews.com)

Sleman (Antara Jogja) - Serangan hama tikus di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencapai 7.200 hektare padi dalam satu tahun terakhir dengan penurunan produksi mencapai 1.000 ton.

"Munculnya organisme penganggu tanaman (OPT) dan pergeseran musim merupakan salah satu tantangan yang dihadapi petani untuk mempertahankan produksi dan surplus beras," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman Edy Sri Harmanta, Selasa.

Menurut dia, luas lahan pertanian yang makin menyusut juga menjadi kendala tersendiri, selain serangan hama wereng dan tikus serta menurunnya kesuburan tanah di sebagian wilayah Kabupaten Sleman.

"Kerugian yang diakibatkan serangan hama tikus ini bisa mencapai 7.200 hektare untuk setiap tahunnya sehingga dapat menimbulkan kerugian produksi sekitar 1.000 ton," katanya.

Ia mengatakan, peningkatan produksi tanaman pangan memiliki peran yang sangat strategis dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan, sementara pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat sehingga kebutuhan panganpun menjadi terus meningkat dari waktu ke waktu.

"Mungkin belum disadari sepenuhnya oleh masyarakat Sleman, padi adalah produksi andalan di Sleman. Hal ini terlihat dari surplus beras dari ke tahun yang selalu meningkat, sehingga Sleman menjadi penyangga produksi beras di DIY," katanya.

Edy mengatakan, pada 2012 Kabupaten Sleman masih mampu mempertahankan predikat sebagai lumbung beras di Provinsi DIY.

"Surplus beras pada 2012 sebanyak 109.724 ton, mengalami peningkatan 41,79 persen dibandingkan dengan surplus beras pada 2011 sebanyak 63.865 ton," katanya.

Kenaikan tersebut ditunjang oleh peningkatan produktivitas padi dari 56,93 kuintal per hektare menjadi 67,94 kuintal per hektare ,sehingga mampu meningkatkan produksi beras dari 232.713 ton menjadi 312.815 ton.

"Sedangkan pada 2013 ini diharapkan produksi padi Sleman sebesar 279.798 ton dapat tercapai," katanya.

Ia mengatakan, untuk mencapai harapan tersebut, Pemkab Sleman bekerja sama dengan BPTP DIY terus berupaya melakukan pengendalian terhadap hama tikus dengan penerapan "Linear Trap Barier System" (LTBS).

"Dengan penerapan teknologi ini diharapkan dapat mengendalikan hama tikus yang selama ini terjadi, sehingga produksi padi dapat terus meningkat," katanya.

(V001)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026