Logo Header Antaranews Jogja

Warga lakukan "pisowanan agung" ke Keraton Yogyakarta

Senin, 7 Oktober 2013 19:16 WIB
Image Print
Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat (Foto antaranews.com)

Yogyakarta (Antara Jogja) - Ribuan warga Kota Yogyakarta melakukan "pisowanan agung" atau kunjungan ke Keraton Yogyakarta, kemudian menyampaikan "ulubekti" kepada Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam rangkaian peringatan hari ulang tahun ke-257 kota tersebut.

Kegiatan diawali dengan pawai budaya 45 kelurahan di kota tersebut dari Taman Parkir Khusus Ngabean menuju Pagelaran Keraton Yogyakarta, tempat berlangsungnya pisowanan agung.

Setelah seluruh warga berkumpul di Pagelaran Keraton, Wakil Wali Kota Yogyakarta Imam Priyono yang memimpin rombongan masyarakat menyerahkan "ulubekti" atau seserahan ke Sultan Hamengku Buwono (HB) X di antaranya berupa jajan pasar, kelapa, dan burung merpati.

Imam yang memimpin dengan mengenakan pakaian tradisional Yogyakarta itu berharap Hari Ulang Tahun Ke-257 Kota Yogyakarta tersebut dapat dijadikan sebagai tonggak untuk pembangunam kota yang lebih baik lagi.

Sementara itu, Sri Sultan HB X berharap agar Wakil Wali Kota Yogyakarta bisa memberikan kebijakan bahwa ulubekti yang disampaikan tersebut tidak dimasukkan sebagai gratifikasi.

"Ulubekti ini pada dasarnya saya terima. Akan tetapi, pada zaman sekarang, hal-hal seperti itu bisa dikategorikan sebagai gratifikasi. Oleh karena itu, perlu kebijaksanaan lebih lanjut dari Wakil Wali Kota," katanya.

Sultan yang datang dengan setelan jas lengkap kemudian menyampaikan "sabdatama" terkait dengan HUT Kota Yogyakarta, yaitu harapannya agar Kota Yogyakarta bisa berkembang sebagai kota yang humanis.

"Pembangunan fisik pada era modern seperti saat ini memang tidak bisa dielakkan. Namun, pembangunam tidak boleh dilakukan dengan menggeser ruang-ruang publik yang ada," katanya.

Pembangunan yang dilakukan dengan orientasi material semata, lanjut dia, justru akan menimbulkan "kekosongan" di tengah masyarakat karena warga tidak akan bisa saling berinteraksi.

"Pembangunan harus dikembalikan ke arah yang benar sehingga tercipta karakter kota yang humanis. Prosesnya boleh jadi sangat panjang. Namun, harus tetap dilakukan bukan justru berhenti," katanya.

Kegiatan "pisowanan agung" tersebut merupakan puncak dari serangkaian acara peringatan HUT Kota Yogyakarta. Sebelumnya, warga di tiap kelurahan sudah menggelar berbagai kegiatan budaya, dan pada hari Minggu (6/10) telah digelar panggung pesta rakyat di sepanjang Malioboro.

(E013)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026