
Pansus DPRD NTB studi banding ke DIY

Jogja (Antara Jogja) - Tim Pansus I DPRD Nusa Tenggara Barat yang dipimpin H.L. Misbach Mulyadi, Kamis, melakukan kunjungan studi banding tentang implementasi Peraturan Daerah Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kunjungan Tim Pansus I DPRD NTB diterima Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tazbir Abdullah, dan beberapa pejabat di lingkungan dinas itu.
Ikut dalam rombongan tamu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan NTB Natsir.
Ketua Pansus I DPRD NTB yang membidangi penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPPDA) NTB H.L. Misbach Mulyadi menyatakan optimistis bahwa kunjungan kerja ke DIY ini akan membawa hasil positif.
Sehingga, kata dia, pembangunan pariwisata d NTB akan lebih berkembang.
"Kunjungan ke DIY ini membawa misi untuk mencari pengalaman bagaimana pengelolaan pariwisata serta impelementasi Perda Rippda DIY, sebagai payung hukum pengelolaan pariwisata di NTB nantinya," kata HL Misbach Mulyadi.
Menurut dia, potensi pariwisata di NTB luar biasa, misalnya Pantai Sengigi, Lombok, dan beberapa pantai lain yang selama ini banyak dikunjungi wisatawan.
"Dengan adanya Perda Rippda nanti kami optimistis, pariwisata NTB akan mampu bersaing dengan Bali, maupun daerah lain di Indonesia," kata Misbach.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata DIY Tazbir Abdullah mengatakan potensi pariwisata DIY sangat beragam.
Menurut dia, DIY dikaruniai beberapa objek wisata menarik, tidak hanya kerajinan, batik, tetapi juga kuliner.
Ada juga heritage dan keindahan alam pantai yang membentang di pantai selatan DIY, dari Kabupaten Kulon Progo hingga Gunung Kidul.
"DIY juga sudah memiliki Perda Rippda Nomor 1 Tahun 2013 sebagai payung hukum pelaksanaan pembangunan pariwisata di provinsi ini," katanya.
Ia berharap NTB bisa menimba pengalaman dari DIY, tentang bagaimana pengelolaan pariwisata yang seimbang dan saling sinergi antardaerah, dan bisa berjalan seimbang.
Karena itu, kata Tazbir, pariwisata antardaerah harus saling berhubungan, dan sinergi.
Termasuk, menurut dia, penerbangan langsung Yogyakarta-Mataram perlu dihidupkan lagi, karena pangsa pasar wisatawan domestik sangat menguntungkan.
"Selaian itu, perlu saling tukar sumber daya manusia pariwisata antardaerah, dan ditingkatkan lagi. Sehingga, kemajuan pariwisata antardaerah ini bisa memberi kesejahteraan bagi masyarakat setempat," katanya.
(H008)
Pewarta : Oleh Heru Jarot Cahyono
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
