
Panwaslu jaring 6.000 relawan Pemilu 2014

Gunung Kidul (Antara Jogja) - Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjaring 6.000 relawan pemilu untuk mengawasi dan menyukseskan Pemilu 2014.
Divisi Pengawasan Panwaslu Gunung Kidul Budi Haryanto di Gunung Kidul, Senin, mengatakan tugas dari relawan pemilu yakni mewujudkan Pemilu 2014 sesuai dengan asas pemilu yakni jujur dan adil.
"Kami akan rekrut relawan pemilu yang terdiri atas anggota masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan pelajar untuk menyelamatkan dan menyukseskan Pemilu 2014 di Gunung Kidul," kata Budi.
Menurut Budi, hal ini dilakukan karena adanya pemilih pemula yang berpotensi "golput" dan terjadi tindak kecurangan dalam pelaksanaan pemilu mulai dari politik uang dan kampanye hitam.
Jumlahnya cukup banyak yakni 6.000 relawan.
"Bila tidak diantisipasi dengan 6.000 relawan pemilu, maka akan berbahaya untuk kualitas pemilu di Gunung Kidul. Partisipasi masyarakat sebagai relawan pemilu sangat penting untuk mendukung suksesnya pelaksanaan Pemilu 2014," kata dia.
Direkrutnya relawan pemilu dari masyarakat, LMS dan pelajar ini diharapkan bisa mensosialisasikan dan mampu mengajak kalangan pemilih pemula untuk memilih.
"Kami berharap dengan adanya relawan pemilu ini, partisipasi masyarakat dalam pemilu mencapai di atas 75 persen. Relawan pemilu diharapkan selain menjadi pengawas, juga membantu dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya menggunakan hak pilih pada Pemilu 2014 yang menentukan nasib Indonesia kedepannya," kata dia.
Ia mengatakan relawan pemilu ini tidak dibayar karena sifatnya sukarela. Meski demikian, pihaknya berharap partisipasi masyarakat menjadi relawan pemilu sangat tinggi.
"Kami tidak memasang target jumlah relawan yang mendaftar karena tidak ada anggaran untuk memberikan uang makan atau uang transportasi. Relawan ini bentuk partisipasi dan kepedulian masyarakat pada pemilu," kata dia.
(KR-STR)
Pewarta : Oleh Sutarmi
Editor:
Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026
