
Kemenpora tuntaskan program merajut Indonesia 2013

Jakarta (Antara Jogja) - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akhirnya menuntaskan Program Merajut Indonesia 2013, yang memiliki tujuan mengantisipasi tergerusnya nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air di kalangan generasi anak muda pada Sabtu (7/12) ini.
"Akhirnya kami menyelesaikan Program Merajut Indonesia di Merauke, Papua, pada 7 Desember 2013. Ini adalah program Unggulan Kemenpora di tahun 2013 untuk Bidang Kepemudaan," kata Menpora Roy Suryo dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu.
Program ini dikemas lewat kegiatan bakti pemuda tingkat nasional di lima titik terdepan bangsa Indonesia, yang diawali di Miangas Sulawesi Utara pada 20 Mei 2013 berbarengan dengan Hari Kebangkitan Nasional. Selanjutnya, program dilaksanakan berturut-turut di Rote, Nusa Tenggara Timur pada Juni 2013.
Kemudian di Samarinda, Kalimantan Timur, yang sekaligus juga memperingati Hari Sumpah Pemuda, Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam (5 November) dan terakhir di Merauke, Papua, pada 7 Desember 2013.
"Empat dari lima lokasi program Merajut Indonesia dikenal sebagai simbol negara Republik Indonesia, sekaligus titik terdepan wilayah Indonesia. Kami mengajak perwakilan pemuda datang langsung ke wilayah perbatasan dan berbaur dengan pemuda setempat untuk melakukan serangkaian kegiatan," kata Roy.
Target utama dalan program itu adalah menyatukan setiap kegiatan-kegiatan Kemenpora selama ini yang sudah ada, dan dirajut menjadi lima kali kegiatan sentral yang terpadu di lima titik-titik tersebut.
Arti lain "Merajut" ini juga berarti 'Menyatukan Indonesia' dari keempat titik terdepan ditambah 1 titik di tengah, sehingga semua wilayah adil mengalami Kegiatan Kemenpora.
Roy menambahkan di setiap titik penyelenggaraan, Kemenpora mengajak 1.000 hingga 5.000 pemuda untuk bersama melakukan kegiatan dalam kerangka pemberdayaan masyarakat.
"Semua kegiatan Merajut Indonesia ini berkesan. Kala kegiatan di Samarinda, tepatnya di Stadion Palaran, kita berhasil mengibarkan Bendera Merah Putih terbesar di dunia dengan Lebar ukuran 1.128 meter persegi yang menunjukkan angka menyongsong 100 tahun Sumpah Pemuda 15 tahun mendatang. Itu saya lakukan sendiri dengan teknik Rappling bersama Para Atlet Panjat Tebing," tuturnya.
Ia berharap program yang menyatukan kegiatan-kegiatan kepemudaan ini jangan sampai hilang karena terbukti semua bisa aktif menyatukan semua kegiatan di titik-titik terkait.
"Insya Allah tahun depan Kemenpora akan mengadakan kegiatan bertajuk "Lintas Katulistiwa" yang akan melalui kota-kota seperti Bonjol, Pontianak (Tugu Katulistiwa), Parigi-Moutong (Tugu Katulistiwa) & Pulau Wageo (Raja Empat), dimana semuanya dilewati Garis Katulistiwa," ucapnya.
(S037)
Pewarta : Oleh Syaiful Hakim
Editor:
Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
