Kulon Progo (Antara Jogja) - Permintaan buah naga di Kawasan Pantai Glagah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami lonjakan hingga 50 persen menjelang Tahun Baru Imlek.
Pengelola kebun buah naga Kusumo Wanadri Hari Subagiyo di Kulon Progo, Rabu, mengatakan permintaan buah naga akan terus mengalami kenaikan hingga Tahun Baru Imlek.
"Permintaan buah naga paling banyak dari supermarket-supermarket baik dari Jakarta dan Bandung. Pada hari-hari biasa pengiriman ke dua wilayah ini minimal 1-1,5 ton per minggu. Saat menjelang Imlek seperti sekarang meningkat hingga di atas dua ton per minggu," kata Hari.
Selain pemasaran ke Jakarta dan Bandung, lanjut Hari, kebun buah naga ini juga mensuplai permintaan dari Yogyakarta dan Magelang. Bahkan, warung yang ada di lokasi kebun, pembelian buah naga juga meningkat.
"Setidaknya setiap hari terjual 300 kilogram (kg) belum lagi tengkulak di wilayah Yogyakarta yang setiap hari juga membeli tak kurang dari 500 kg," katanya.
Dia mengatakan kebun buah naga seluas 2,5 hektare ini per minggu rata-rata bisa menghasilkan dua ton. "Stok buah naga sangat cukup untuk memenuhi permintaan. Saat ini tanaman berbuah dengan lebat," kata dia.
Lantaran tingginya permintaan buah naga, kata dia, pihaknya melakukan pengembangan kebun dilakukan di wilayah Pantai Jatikontal, Purworejo (Jawa Tengah) seluas 20 hektare yang tahun ini sudah mulai menghasilkan buah.
Ia mengatakan produksi buah naga di Pantai Jatikontal sekarang masih sekitar dua ton karena baru tahun pertama berbuah, tapi nantinya kalau sudah optimal bisa menghasilkan 5 - 10 ton per minggu.
"Harga buah naga di kebun ini variatif sesuai ukuran dan jenisnya. Untuk buah naga daging buah putih dibanderol Rp10 ribu - Rp20 ribu per kg, sedangkan yang merah Rp10 ribu - Rp30 ribu per kg," kata dia.
Menurut Hari, harga ini memang lebih tinggi dari kebun lain karena dibudidayakan secara organik murni. Rasanya pun lebih manis dibanding lainnya. Dengan sistem organik, produksi kebun ini mendapat sertifikat Prima-2. Bahkan berdasarkan uji laboratorium, kandungan residu zat kimianya nol sehingga sebenarnya memenuhi kualifikasi Prima-1.
"Tahun ini rencananya akan diproses untuk mendapat sertifikat Prima-1.Kendala yang dihadapi banyak kebun baru yang banting harga, kami tetap bertahan karena organik. Di pasaran banyak dari Banyuwangi harganya Rp8 ribu -Rp10 ribu per kg, tapi rasanya tidak manis. Mereka berani murah karena panennya waktu kulit buah masih warna hijau," kata dia.
(KR-STR)
Permintaan buah naga di Kulon Progo meningkat
Ilustrasi (Foto antaranews.com)
