Jakarta (ANTARA) -
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong pengembangan budaya sebagai kekuatan ekonomi masa depan Indonesia.
Ia menilai budaya merupakan sumber daya yang tidak akan pernah habis, berbeda dengan sumber daya alam yang suatu saat akan berakhir.
“Budaya ini bukan hanya sekadar dilindungi atau dilestarikan. Lebih dari itu, budaya harus kita kembangkan dan kita manfaatkan menjadi ekonomi budaya dan industri budaya,” kata Fadli dalam peluncuran buku Selayang Kemilau Bhumi Lima Negeri di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Kamis.
Ia mengatakan pengelolaan budaya ke depan tidak cukup hanya pada aspek pelindungan dan pelestarian. Menurutnya, Indonesia perlu membangun ekosistem budaya yang kuat agar kekayaan budaya dapat memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjadikan budaya sebagai bagian dari cultural economy yang berkelanjutan.
Fadli membandingkan pengelolaan budaya Indonesia dengan sejumlah negara yang berhasil menjadikan budaya sebagai kekuatan ekonomi dan diplomasi. Amerika Serikat, kata dia, mengembangkan budaya melalui industri film, sementara Korea Selatan sukses membangun gelombang budaya global lewat musik dan drama.
“Negara-negara maju menjadikan budaya sebagai soft power sekaligus kekuatan ekonomi,” ujarnya.
Ia menilai Indonesia memiliki modal yang jauh lebih besar karena kekayaan dan keragaman budayanya. Dengan keragaman tersebut, Indonesia dinilai berpeluang menjadi salah satu pusat kebudayaan dunia.
Pada kesempatan tersebut, Fadli mengapresiasi penerbitan buku Selayang Kemilau Bhumi Lima Negeri yang merekam ekspresi budaya Sumatra bagian selatan. Menurutnya, dokumentasi budaya melalui literasi menjadi bagian penting dalam membangun industri budaya yang berbasis pengetahuan.
Ia menegaskan pengembangan budaya sejalan dengan amanat konstitusi, yakni Pasal 32 Ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945 tentang kewajiban negara memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia.
Fadli menilai kontribusi komunitas dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem budaya yang berkelanjutan dan berdampak ekonomi.
Buku Selayang Kemilau Bhumi Lima Negeri sendiri adalah buku yang mendokumentasikan kekayaan budaya Sumatra bagian selatan yang dikenal sebagai Swarnadwipa atau Pulau Emas.
Buku yang diterbitkan oleh komunitas perempuan dari Sumatera bagian selatan Putri Bumi Sriwijaya bersama Gramedia Pustaka Utama ini menampilkan busana adat perempuan, perhiasan emas, dan wastra dari Sumatra Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi, serta Bangka Belitung sebagai jejak sejarah dan identitas budaya Bhumi Lima Negeri.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menbud Fadli Zon dorong budaya jadi kekuatan ekonomi masa depan
