
Peternak sapi diminta cuci pakan terkena abu

Jogja (Antara Jogja) - Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta peternak sapi untuk mencuci rumput sebagai pakan ternak yang terkena abu vulkanik dari letusan Gunung Kelud.
"Kami imbau untuk pakan ternak rumput itu dicuci bersih, jangan sampai nanti masih ada abunya langsung dijadikan pakan," kata Kepala Dinas Pertanian (Distan) DIY, Sasongko di Yogyakarta, Selasa.
Ia mengatakan, pakan ternak yang terkontaminasi abu vulkanik diperkirakan mengandung zat berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan ternak. Hal itu juga akan berpengaruh pada produksi susu untuk sapi perah.
"Dengan pakan yang terkandung abu vulkanik dapat menimbulkan berbagai penyakit bagi ternak selain pernafasan juga dapat menimbulkan radang yang berpengaruh pada produksi susu,"katanya.
Namun demikian, hingga saat ini sesuai hasil survei pihaknya belum menemukan ternak yang sakit akibat memakan pakan ternak khususnya rumput yang terdampak abu vulkanik tersebut.
Menurut dia, peternak sapi harus segera melakukan upaya pencegahan itu, mengingat peternak sapi di DIY sebagian besar masih mengandalkan rumput untuk pakan ternak.
"Memang peternak ada yang menggunakan jerami, serta rendeng (daun kacang) , namun karena peternak sapi di DIY masih kecil-kecil sehingga kebanyakan mengandalkan pakan rumput yang ada di lahan terbuka,"kata dia.
Meski demikian, Sasongko tetap optimistis target swasembada sapi pada 2015 di daerah ini akan tetap tercapai.
"Saya tetap yakin ini tidak mempengaruhi target swasembada sapi pada 2015,"katanya.
Target capaian itu, akan terus diupayakan dengan berbagai langkah, antara lain memberikan insentif bagi peternak yang memiliki sapi bunting, serta upaya lainnya seperti melakukan inseminasi buatan (IB).
"Kami akan terus melakukan berbagai upaya untuk menambah populasi sapi di DIY,"katanya.
Ia menyebutkan, populasi sapi di DIY hingga saat ini masih dapat mencukupi bahkan melebihi rata-rata kebutuhan masyarakat. Kebutuhan daging sapi di DIY rata-rata berkisar 8.000 ekor sementara persediaan sapi hidup siap potong masih mencapai 300.000 ekor.
(KR-LQH)
Pewarta : Oleh Luqman Hakim
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
