Logo Header Antaranews Jogja

Kampung Seyegan nyatakan antigolput

Minggu, 6 April 2014 19:26 WIB
Image Print
Ilustrasi (Foto antaranews.com)

Sleman (Antara Jogja) - Dusun Banyu Urip, Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, bertekad menyukseskan Pemilu 2014 dan menyatakan sebagai kampung anti golongan putih atau tidak berpartisipasi dalam pesta demokrasi.

"Sebagai wujud dukungan kami terhadap kesuksesan pelaksanaan Pemilu Legislatif maupun Pemilu Presiden 2014 kami warga kampung sepakat untuk memberikan suara dan tidak golput," kata Ketua Pemuda Banyu Urip Fandy Rianata, Minggu.

Menurut dia, salah satu bentuk aksi nyata penolakan golput tersebut diwujudkan dengan mengajak masyarakat umum untuk berpartisipasi dalam Pemilu 2014 melalui belasan spanduk bertuliskan golput bukan budaya, yang dipasang di sejumlah titik.

"Golput bukan budaya kami, dan kami tidak akan golput," katanya.

Ia mengatakan, masyarakat setempat bertekad untuk menyukseskan Pemilu 2014 yang pelaksanaannya tinggal beberapa hari lagi.

"Salah satu indikator kesuksesan pemilu adalah kecilnya angka golput atau kecilnya jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya," katanya.

Fandy mengatakan, untuk mengajak dan mendorong seluruh warga yang telah memiliki hak pilih mendatangi tempat pemungutan suara, warga sengaja membuat spanduk dan pamflet yang berisi ajakan menggunakan hak suara.

"Ajakan untuk tidak golput juga kami sampaikan langsung dalam berbagai pertemuan di kampung," katanya.

Ia mengatakan, ajakan dan imbauan untuk tidak golput ini akan terus dilakukan hingga hari pelaksanaan Pemilu 2014.

"Dengan langkah ini diharapkan pada pemilu mendatang tidak ada warga yang golput atau tidak menggunakan hak pilihnya. Sedangkan untuk pilihan terserah masing-masing individu, kami sama sekali tidak akan memengaruhi pilihan mereka," katanya.

(V001)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026