Menteri ESDM resmikan pembangkit limbah bambu

id esdm jero wacik

Menteri  ESDM resmikan pembangkit limbah bambu

menteri ESDM Jero Wacik (antaranews.com)

Bangli, Bali (Antara Jogja) - Menteri ESDM Jero Wacik meresmikan tahap awal pembangunan (groundbreaking) pembangkit listrik tenaga biomassa berbahan dasar limbah bambu yang berlokasi di Desa Kayubihi, Kabupaten Bangli, Bali.

"Pembangkit biomassa ini menggunakan limbah bambu sisa dari produksi kerajinan bambu yang banyak tersebar di Bangli," katanya saat peresmian di Bangli, Senin.

Ia menegaskan, pemerintah akan terus mendorong pembangunan pembangkit biomassa dan energi terbarukan lainnya, karena ramah lingkungan, meskipun berkapasitas kecil.

Menurut dia, pemerintah akan menyesuaikan tarif jual listrik agar investor swasta tertarik membangun pembangkit energi terbarukan.

Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Rida Mulyana menambahkan, pembangkit biomassa di Bangli merupakan kerja sama antara investor swasta PT Charta Putra Indonesia (CPI), Pemkab Bangli, dan PT PLN (Persero).

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) jual-beli listrik dilakukan antara CPI dan PLN Distribusi Bali.

Pada Mei 2013, telah ditandatangani MoU antara Pemkab Bangli dan CPI.

Pada tahap awal, kata Rida, Charta Putra bersama dengan General Electric membangun proyek percontohan (pilot project) pembangkit listrik tenaga biomassa dengan kapasitas terpasang sebesar 400 kilo Watt (kW).

Nilai investasi proyek dengan limbah bambu sebagai bahan baku itu sebesar Rp10 miliar dan diharapkan dapat beroperasi pada September 2014.

Harga jual listrik kepada PLN ditetapkan sebesar Rp975/kWh sesuai Permen ESDM 04/2012 tentang tarif listrik biomassa.

Penggunaan bahan baku limbah bambu pada PLT Biomassa itu, karena di Bangli tanaman bambu tumbuh dan berkembang cepat di seluruh desa dengan lahan seluas 6.034 hektare.

Untuk itu, pemanfaatan bambu diharapkan dapat semakin mendorong pembangunan ekonomi masyarakat secara optimal mulai dari bagian yang bisa dikembangkan secara produktif sampai limbah yang selama ini dipandang sebagai sampah yang mengotori lingkungan, katanya.

Dalam kesempatan yang sama, diresmikan pula pengoperasian sejumlah proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan mikrohidro (PLTMH) yang dibiayai APBN 2013.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti untuk PLTS Samalewa-Pangkajene Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan dengan kapasitas satu MW "on grid", PLTS Tianyar Barat, Karangasem, Bali 15 "kilo Watt peak" (kWp) "off grid" dan PLTMH Timor Tengah Selatan, NTT 35 kWp.

Selama 2013, Kementerian ESDM telah membangun 11 unit PLTMH dengan menggunakan dana APBN.

Total kapasitasnya mencapai 1,3 MWp yang mampu melistriki 2.345 kepala keluarga (KK).

Pada tahun yang sama telah dibangun PLTS terpusat dengan total kapasitas 5,275 MWp yang melistriki 17.246 KK.

Beberapa PLTS juga terinterkoneksi dengan jaringan PLN antara lain PLTS satu MW di Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan dan kabupaten di Bangka Belitung.

Pada acara tersebut dilakukan juga penandatanganan MoU antara Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi dan Bupati Bangli tentang pengembangan kawasan energi baru terbarukan.

MoU itu bertujuan mewujudkan kawasan Bangli sebagai pusat pengembangan energi baru dan terbarukan dan mempromosikan energi terbarukan untuk ketahanan energi.
(T.F004)


Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar