
KPU Bantul minta masyarakat cermati DPSHP Pilpres

Bantul (Antara Jogja) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meminta masyarakat di daerah ini aktif mencermati daftar pemilih sementara hasil pemutakhiran untuk Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden RI yang ditetapkan beberapa waktu lalu.
"Seperti diketahui bahwa daftar pemilih sementara hasil pemutakhiran (DPSHP) Pilpres telah ditetapkan, untuk selanjutnya tahapan masukan dan tanggapan dari masyarakat," kata Ketua KPU Kabupaten Bantul Muhammad Johan Komara, Rabu.
Menurut dia, DPSHP Pilpres yang ditetapkan KPU Bantul pada tanggal 17 Mei lalu berjumlah 721.601 pemilih atau bertambah sebanyak 5.355 pemilih dari daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD pada tanggal 9 April yang berjumlah 716.246 pemilih.
Oleh sebab itu, KPU Kabupaten Bantul pada hari Rabu (21/5) mengundang pimpinan organisasi masyarakat (ormas) dan puluhan wartawan dari berbagai media massa yang bertugas meliput di wilayah Bantul terkait dengan tahapan Pilpres itu.
"Dengan mengundang pimpinan ormas dan media massa ini, kami harapkan mereka yang belum terdaftar dalam DPSHP Pilpres segera lapor agar namanya bisa didaftar. Kegiatan ini juga dalam rangka sosialisasi tahapan Pilpres," kata Johan Komara.
Ia mengatakan bahwa tanggapan dan masukan terhadap DPSHP Pilpres akan dilayani dalam beberapa hari ke depan, kemudian pihaknya akan melakukan perbaikan daftar pemilih itu sebelum ditetapkan menjadi DPT Pilpres pada tanggal 9 Juni 2014.
Johan mengatakan bahwa pada saat Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD, 9 April lalu, diakui masih menyisakan pemilih yang tercecer atau tidak terdaftar dalam DPT sehingga pemilih yang tercecer itu diakomodasi dalam daftar pemilih khusus (DPK), DPK tambahan (DPKTb) dan daftar pemilih tambahan (DPTb).
"Harapannya pada pemutakhiran data pemilih untuk Pilpres makin bagus jika dibandingkan dengan pemilu anggota legislatif lalu dan angka pemilih yang tercecer dalam DPT makin kecil meskipun nantinya tetap ada DPK, DPKTb, DPTb untuk mengakomodasi pemilih tercecer," katanya.
Ia juga mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi Pilpres ini juga sebagai salah satu upaya KPU dalam meningkatkan partisipasi pemilih. Diharapkan pada Pilpres nanti partisipasi pemilih lebih baik daripada tingkat partisipasi pemilih saat pemilu anggota legislatif 2014 sekitar 81 persen.
(KR-HRI)
Pewarta : Oleh Heri Sidik
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
