Logo Header Antaranews Jogja

KPU harapkan mahasiswa luar daerah urus data pemilih

Kamis, 22 Mei 2014 21:06 WIB
Image Print
Ketua KPU Bantul, DIY M Johan Komara (Foto Antara/Hery Sidik)

Bantul (Antara Jogja) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengharapkan mahasiswa luar daerah yang berdomisili di wilayah ini segera mengurus data ke penyelenggara pemilu agar didaftarkan sebagai pemilih.

"Daftar pemilih sementara hasil pemutakhiran (DPSHP) sudah ditetapkan, bagi warga khususnya mahasiswa luar daerah yang sedang belajar dan tinggal di Bantul bisa segera urus data-data agar didaftar sebagai pemilih," kata Ketua KPU Bantul, Muhammad Johan Komara, Kamis.

Menurut dia, DPSHP untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 telah ditetapkan KPU Bantul 17 Mei lalu berjumlah 721.601 pemilih, untuk tahapan selanjutnya dimintakan masukan dan tanggapan dari masyarakat sampai 26 Mei 2014.

"Selain mahasiswa, santri pondok pesantren yang memenuhi persyaratan dan ingin menggunakan hak pilihnya di Bantul, segera menghubungi Panitia Pemungutan Suara (PPS) setempat atau KPU," katanya.

Ia mengatakan, para mahasiswa atau santri pondok pesantren tersebut bisa membawa salinan identitas seperti kartu tanda penduduk (KTP) dan mengisi formulir yang disediakan di PPS atau di KPU Bantul.

"Untuk mengoptimalkan hal ini, kami akan menggelar rapat koordinasi dengan perguruan tinggi dan pondok pesantren yang ada di Bantul, harapannya perguruan tinggi dan pondok pesantren juga memberikan informasi kepada para siswanya," katanya.

Sementara itu, ia mengatakan jika ada masukan dan tanggaapan terhadap DPSHP Pilpres, kemudian pihaknya akan melakukan perbaikan data pemilih itu sebelum ditetapkan menjadi Daftar pemilih tetap (DPT) pada 9 Juni 2014.

Johan mengatakan, saat Pemilihan Legislatif (Pileg) lalu diakui masih menyisakan pemilih tercecer atau tidak terdaftar dalam DPT sehingga harus diakomodir dalam daftar pemilih khusus (DPK), DPK tambahan (DPKTb) dan daftar pemilih tambahan (DPTb).

"Harapannya pada pemutakhiran data pemilih untuk Pilpres makin bagus jika dibandingkan dengan Pileg, dan angka pemilih yang tercecer dalam DPT makin kecil meskipun nantinya tetap ada DPK, DPKTb, DPTb," katanya.

(KR-HRI)



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026