Logo Header Antaranews Jogja

Komunitas "ODOJ" ajak masyarakat baca Al Quran

Kamis, 29 Mei 2014 19:38 WIB
Image Print
Ilustrasi (Foto antaranews.com)

Jogja (Antara Jogja) - Komunitas "One Day One Juz" atau "ODOJ" Daerah Istimewa Yogyakarta mengajak masyarakat membiasakan diri membaca Al Quran di mana saja, dan kapan saja.

"Membaca Al Quran tidak hanya bisa dilakukan di rumah atau di masjid, tapi dapat dilakukan di mana saja, dan kapan saja," kata Koordinator acara `Ngaji on the Street` Ahmad Suluki di Yogyakarta, Kamis.

Ia mengatakan aksi "Ngaji on the Street" ini diawali dengan "long march" dari Taman Pintar menuju Titik Nol Kilometer.

Para peserta kemudian dibagi dalam lima titik untuk membaca Al Quran, yakni di depan Kantor Pos, Gedung KONI DIY, Gedung Agung, Benteng Vredeburg, dan Monumen Serangan Umum 1 Maret.

Setelah membaca Al Quran, aksi dilanjutkan dengan pembagian coklat dan "flyer" kepada pengguna jalan, dan balon hijau untuk anak-anak.

Dia mengatakan acara ini dilaksanakan serentak oleh seluruh komunitas "ODOJ" yang ada di Indonesia.

"Kami sengaja menggelar acara ini di area publik. Bukan sebagai bentuk kesombongan atau memamerkan ibadah, melainkan untuk menggugah masyarakat bahwa kita harus bangga memiliki kitab suci Al Quran. Salah satu caranya dengan membacanya setiap saat dan setiap waktu, bahkan di tempat umum sekalipun," kata Ahmad.

Ia mengatakan pihaknya mengemas acara "Ngaji on the Street" ini seunik mungkin untuk dapat mengajak masyarakat mencintai Al Quran.

"Hal ini terbukti, lebih dari 300 orang ODOJer, sebutan untuk anggota komunitas ini, tumpah ruah mewarnai Titik Nol Kilometer Kota Yogyakarta dengan bacaan Al Quran," kata dia.

Lebih lanjut, Ahmad menjelaskan acara "Ngaji on the Street" ini hanya awal dari rangkaian acara ODOJ selanjutnya. "Insya Allah, kami juga sudah memiliki beberapa agenda lain, yakni Tarhib Ramadan yang bekerja sama dengan Badko TPA Kota Yogyakarta dan Dewan Masjid Indonesia cabang Yogyakarta yang akan diikuti 6.000 peserta.

"Pada bulan Ramadan, kami juga berencana menggelar Ngaji on the Street serta buka puasa bersama dengan para member ODOJ se Yogyakarta," kata dia.

Bendahara ODOJer DIY Denas mengatakan setiap kelompok mengaji berjumlah 30 orang. Mereka memiliki grup media sosial seperti Whatsapp dan BBM, tilawah satu juz. Kemudian, dibuat sistem pelaporan dan lelangan juz.

"Mengaji itu meluangkan waktu, bukan menunggu waktu luang. Ini adalah kunci menghafal Al Quran," katanya.

(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026