
Mentan: plasma nutfah harus dilindungi

Jakarta (Antara Jogja) - Menteri Pertanian Suswono menegaskan plasma nutfah kekayaan alam Indonesia baik tumbuhan maupun hewan harus dilindungi, sehingga tidak bisa diekspor begitu saja.
"Untuk plasma nutfah ada aturan perketat (ekpor) itu. Ada Undang-undang plasma nutfah yang mengaturnya," katanya dalam Joint Committee Meeting (JCM) Indonesia-Malaysia ke 2 di Bandung, Selasa.
Pertemuan yang digelar pada 23-24 Juni 2014 itu dihadiri delegasi kedua negara yang mana Indonesia dipimpin Menteri Pertanian Suswono dan Malaysia dipimpin Menteri Pertanian dan Industri Berbasis Pertanian Dato Sri Ismail Sabri Yaakob.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Malaysia mengatakan negaranya berminat melakukan investasi di sektor pertanian di Indonesia terutama untuk komoditas padi dan ternak sapi.
Namun demikian, menurut Sri Ismail, pihaknya menyayangkan kebijakan pemerintah Indonesia yang melarang komoditas pangan tersebut di ekspor keluar sehingga bisa untuk memasok ke Malaysia ataupun negara lain.
"Perlu diperbincangkan ada beberapa kebijakan Indonesia yang tidak membolehkan membawa keluar produk. Ini agar dikaji ulang," katanya.
Menurut dia, pihaknya menginginkan dapat berinvestasi di Indonesia serta dapat membawa keluar produk-produk pertanian tersebut ke luar untuk dipergunakan sebagai stok.
Sri Ismail mencontohkan, pihaknya saat ini masih mengimpor semen beku dari Eropa, oleh karena itu lebih baik jika mendatangkan dari Indonesia yang jaraknya lebih dekat.
Menanggapi hal itu Menteri Pertanian Suswono menegaskan pemerintah Indonesia tidak pernah melarang ekspor produk pertanian selama dalam bentuk olahan sehingga memberikan nilai tambah bagi Indonesia.
Namun demikian, kata dia, yang tidak diperbolehkan untuk dibawa keluar dari Indonesia yakni plasma nutfah kekayaan alam nasional dan pemerintah berkewajiban melindunginya.
Sementara itu, hasil JCM Indonesia-Malaysia ke-2 antara lain menyepakati untuk mempererat kerja sama sektor pertanian kedua negara, yang salah satunya di bidang riset pertanian.
Suswono mengatakan Indonesia dan Malaysia memiliki potensi yang sangat besar untuk memasok kebutuhan pangan dunia yang diperkirakan akan terus meningkat.
Pertemuan berikutnya akan dilaksanakan di Malaysia pada 2016.
(S025)
Pewarta : Oleh Subagyo
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
