Ekonom : pemerintah perlu tingkatkan penerimaan pajak

id toni Tony Prasetiantono.

Ilustrasi (Foto antaranews.com)

Jogja (Antara Jogja) - Pemerintahan baru mendatang perlu meningkatkan penerimaan pajak untuk mengurangi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, kata ekonom Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, A Tony Prasetiantono.

"Untuk menutup defisit serta memperbaiki postur APBN pada pemerintahan mendatang, penerimaan pajak perlu lebih digenjot lagi," kata Tony di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia, selain memperbaiki postur APBN, peningkatan penerimaan pajak secara maksimal juga akan mampu menutup utang pemerintah. Penerimaan pajak, menurut dia perlu ditambah minimal Rp250 trilun, dari terget penerimaan pajak 2014 sebesar Rp1.100 trilun.

"Seharusnya bisa menutup utang pemerintah apabila penerimaan pajak dari masyarakat bisa maksimal," katanya.

Menurut dia, penerimaan pajak di Indonesia saat ini hanya mencapai 12 persen. Lebih rendah dibanding Filipina yang mampu mencapai 14,4 persen, Malaysia 15,5 persen, Thailand 17 persen, bahkan Norwegia mampu mencapai di atas 50 persen.

Sementara itu, untuk meningkatkan penerimaan pajak tersebut, karyawan di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) hingga saat ini menurut dia juga masih perlu ditambah. Jumlah karyawan DJP hingga 2012 masih mencapai 30.700 orang.

"Paling tidak selama lima tahun pemerintahan baru mendatang dapat menambah 65 ribu orang.untuk mengejar ketertinggalan tersebut," kata dia.

Ia menilai dengan penambahan sumber daya manusia (SDM) DJP yang banyak maka akan semakin banyak pula petugas yang mengingatkan pembayaran pajak. Dengan demikian, penerimaan pajak akan semakin besar.
(KR-LQH)
Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar