Dinas Kebudayaan DIY selenggarakan lomba "dagelan" Mataram

id dinas kebudayaan diy

Dinas Kebudayaan DIY selenggarakan lomba "dagelan" Mataram

Ilustrasi (Foto siary.wordpress.com)

Jogja (Antara Jogja) - Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan lomba "Dagelan Mataram" di halaman Taman Budaya Yogyakarta yang berlangsung mulai Jumat malam.

Lomba "dagelan" atau seni humor khas Yogyakarta itu diikuti 10 group dagelan yang akan berlangsung dua hari, 5-6 September.

Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) GBPH Yudhaningrat mengatakan lomba ini digelar untuk mencari bibit baru guna menghidupkan seni tradisional jawa, "dagelan", yang sudah jarang ditemui.

"Kami harapkan dapat memunculkan Basiyo-Basiyo (maestro seniman dagelan Mataram) baru, sesuai konteks kekinian," kata Yudhaningrat dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Dinas Kebudayaan DIY Guntari saat membuka acara itu.

Ia mengatakan digelarnya lomba tersebut juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta dan semangat masyarakat dalam melestarikan budaya daerah, khususnya dagelan mataram tersebut.

Dagelan mataram, kata Yudhaningrat, selain memiliki nilai estetis yang menghibur dengan gaya "mataraman" diyakini mampu berperan sebagai alat perekat masyarakat.

"Dari tontotan dagelan itulah akan semakin menguatkan rasa gotong-royong di tengah masyarakat," kata dia.

Dagelan Mataram, sebagai salah satu lawakan khas yang dimiliki Yogyakarta sempat berjaya pada awal 70-80-an terutama di masa Basiyo. Tontonan dagelan mataram hampir sering ditemui baik di tingkat desa maupun kecamatan di Yogyakarta.

Namun sepeninggal Basiyo pada 1979 silam, kelompok dagelan mataram mulai jarang ditemui.

Pada pembukaan lomba dagelan mataram, ditampilkan lima group dagelan yakani "Mbeling Group", "Esem Group", "Nggirli Group, "Cinta Budaya Group", dan "Sleko Group". Selain mendapatkan uang tunai sebesar Rp7 juta dan piagam, Juara pertama dalam lomba itu akan ditampilakan untuk menghibur masyarakat lebih luas di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 21 September 2014.

(KR-LQH)

Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.