
Rumah Srikandi dinilai mampu tingkatkan kapasitas warga

Jogja (Antara Jogja) - Program Rumah Srikandi di Kampung Badran Yogyakarta yang merupakan program pemberdayaan masyarakat kerja sama PT Sarihusada Generasi Mahardhika dengan Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU dinilai mampu meningkatkan kualitas dan kapasitas warga.
"Warga Kampung Badran telah mampu berkembang secara mandiri, setelah didampingi Sarihusada dan PKPU selama tiga tahun melalui program Rumah Srikandi. Oleh karena itu program tersebut diserahterimakan kepada masyarakat untuk dikelola secara mandiri," kata Public Relations Sarihusada Endah Prasetioningtias di Yogyakarta, Sabtu.
Pada "Exit Program Rumah Srikandi", ia mengatakan Rumah Srikandi merupakan program yang fokus pada peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak, peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini, dan peningkatan dalam bidang ekonomi mikro.
"Ketiga hal itu saling berkaitan satu sama lain. Tujuan dan hasil capaian yang menjadi target Rumah Srikandi adalah peningkatan kualitas hidup dan kemandirian masyarakat sebagai wujud suksesnya program tersebut," kata Endah.
Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan program Rumah Srikandi juga mendapatkan perhatian secara nasional. Program itu meraih penghargaan CSR Best Practice for MDGs dari Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat pada 2012.
"Oleh karena itu masyarakat Badran diharapkan tetap melanjutkan program-program yang telah diberikan. Masyarakat diharapkan bisa lebih semangat lagi, sesuai dengan semangat Segoro Amarto, yakni disiplin, mandiri, peduli, dan gotong royong," katanya.
Direktur Kemitraan Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU Nana Sudiana mengatakan proses pemberdayaan masyarakat tidak hanya dilakukan oleh pemerintah. Oleh karena itu PKPU bersama Sarihusada terdorong untuk berpartisipasi.
Menurut dia, untuk memulai program itu tidak mudah, dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk berdiskusi dengan masyarakat, menyamakan visi sekaligus mengubah pola pikir mereka.
"Pada awalnya memang berat dan perlu kerja keras, tetapi kemudian lancar, dan sekarang tinggal masyarakat secara mandiri bisa melanjutkan program tersebut," katanya.
(U.B015)
Pewarta : Oleh Bambang Sutopo Hadi
Editor:
Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
