
Kulon Progo jamin "KIS" sebagai "segitiga emas"

Kulon Progo (Antara) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjamin Kawasan Industri Sentolo sebagai kawasan "Segitiga Emas" sangat baik untuk berinvestasi.
Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo di Kulon Progo, Senin, mengatakan Kawasan Industri Sentolo (KIS) memiliki lokasi sangat strategis yakni titik nol Kota Yogyakarta hingga Sentolo hanya 20 menit, begitu juga Sentolo-Candi Borobudur hanya 45 menit.
"Hal ini menjadikan KIS sebagai kawasan segitiga emas investasi, baik untuk perumahan maupun industri lainnya," kata Hasto dalam Talk Show Peluang Investasi di Kulon Progo.
Selain KIS, menurut Hasto, kondisi Kulon Progo yang aman dan lokasinya yang strategis merupakan dua hal dari berbagai hal lain yang menjadi daya tarik Kulon Progo sebagai tujuan investasi.
"Pemkab juga mempercepat pembangun infrastruktur jalan dalam waktu dua tahun, supaya tidak menghambat investasi," kata Hasto.
Pada kesempatan itu, bupati menawarkan peluang yang sangat besar seperti membangun powerplant karena ke depan akan ada pelabuhan, pasir besi, airport, dan kawasan industri yang membutuhkan banyak tenaga listrik.
Selain itu, investor dipersilahkan mempertimbangkan investasi dalam bidang water treatment, hal ini penting karena berbagai industri di Kulon Progo tentunya memerlukan air bersih.
Hasto mengatakan Pemkab Kulon Progo mempunyai regulasi yang baik yang menjamin transparansi untuk mempermudah investasi. Hal ini juga didukung hubungan antara legislatif dan eksekutif yang sangat baik sehingga bisa memberi pelayanan lebih cepat dan lebih baik.
"Investor tidak perlu khawatir jika ada kesulitan, silakan datang dalam "open house" yang digelar setiap Kamis pagi jika menemui kesulitan, sehingga bisa diselesaikan secara terbuka dan transparan," kata Hasto.
Guru Besar Fakultas Ekonomi UGM Mudrajad Kuncoro mengatakan Pemkab Kulon Progo harus melakukan terobosan kebijakan pembangunan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, supaya tidak menjadi daerah yang tertinggal dari kabupaten/kota di DIY.
"Terobosannya salah satunya bagaimana membangun Kulon Progo dari pinggiran atau daerah tertinggal dan terisolir," kata Mudrajad.
(KR-STR)
Pewarta : Oleh Sutarmi
Editor:
Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
