Logo Header Antaranews Jogja

Kulon Progo dirikan LAPM desa rawan pangan

Senin, 5 Januari 2015 21:04 WIB
Image Print
Kabupaten Kulon Progo (Foto Istimewa)

Kulon Progo (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, membangun fasilitas Lembaga Akses Pangan Masyarakat bagi gabungan kelompok tani di wilayah desa rawan pangan.

"Fasilitasi Lembaga Akses Pangan Masyarakat (LAPM) tersebut bertujuan untuk mendekatkan akses pangan masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau atau lebih murah dari harga pasar sehingga dapat diakses oleh masyarakat yang tergolong pra-keluarga sejahtera. Fasilitas ini dalam rangka pembangunan ketahanan pangan," kata Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo di Kulon Progo, Senin.

Sampai saat ini, kata Hasto, sudah dilaksanakan pada 21 desa rawan pangan melalui kegiatan LAPM tersebut. Setiap gabungan kelompok tani (gapoktan) diberikan bantuan sosial sebesar Rp50-Rp75 juta untuk akses pangan ekonomi produktif dan Rp25 juta untuk cadangan pangan.

Sedangkan pada wilayah non-rawan pangan juga dilakukan penguatan gapoktan melalui fasilitasi Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) dalam rangka peningkatan kemampuan gapoktan di sentra produksi beras dan jagung.

"LDPM ini dalam rangka pengendalian distribusi pangan dan stabilisasi harga serta penyediaan pangan bagi petani dan masyarakat di saat terjadi paceklik dan atau rawan transien," kata Hasto.

Ia mengatakan sampai dengan 2014 di Kabupaten Kulon Progo telah ditumbuhkan dan dikembangkan sejumlah tujuh gapoktan yang sudah memasuki tahap pascakemandirian, empat gapoktan memasuki tahap kemandirian, satu gapoktan memasuki tahap pengembangan, satu gapoktan memasuki tahap penumbuhan dan dua gapoktan dalam tahap pra penumbuhan.

"Secara keseluruhan jumlah gapoktan yang ditumbuhkan sejak pra penumbuhan sampai dengan pascakemandirian sebanyak 15 gapoktan," katanya.

Disamping itu, kata Hasto, upaya penumbuhan gapoktan melalui fasilitasi dana bergulir LDPM terus ditingkatkan dan dikembangkan dalam rangka mendorong terselenggaranya stabilisasi harga bahan pangan.

"Sejak adanya kegiatan Penguatan LDPM total cadangan pangan yang sudah dikelola oleh gapoktan sejumlah 72 ton gabah kering giling (GKG). Sedangkan cadangan pangan masyarakat di Kabupaten Kulon Progo 2013 mencapai 870 ton atau 114 persen dari target cadangan pangan masyarakat sebesar 760 ton. Sedangkan cadangan pangan pemerintah masih relatif kecil 4,5 ton," kata dia.

(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026