
Peternak DIY diimbau garap lahan kosong

Jogja (Antara Jogja) - Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta mengimbau peternak sapi di daerah ini untuk mengoptimalkan penggarapan lahan kosong atau lahan tidak produktif sebagai media penanaman hijauan pakan ternak.
"Mengingat keberadaan lahan tanam yang semakin terbatas, peternak dapat memanfaatkan lahan kosong untuk menjaga ketercukupan pakan ternak," kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Distan) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sutarno di Yogyakarta, Senin.
Menurut dia guna mencapai target swasembada sapi tahun ini, ketersediaan stok hijauan pakan ternak (HPT) harus menjadi perhatian khusus bagi peternak saat ini seiring dengan terus berlangsungnya alih fungsi lahan pertanian di DIY.
Sosialisasi optimalisasi hijauan pakan ternak dengan memanfaatkan lahan kosong, menurut dia, sudah dilakukan sejak 2010, namun hingga saat ini masih belum dilakukan secara masif oleh seluruh peternak sapi di DIY.
Padahal dengan berkurangnya lahan pertanian, menurut dia, para peternak di daerah ini akhirnya hanya mendapatkan jatah lahan kering, sebab lahan subur telah dimanfaatkan untuk keperluan pertanian serta bisnis perumahan. "Alih fungsi lahan di DIY rata-rata per tahun mencapai 200 hektare," kata dia.
Dia mengatakan lahan produktif di DIY untuk pakan ternak sapi yang hampir keseluruan atau 95 persen dikelola oleh masyarakat, saat ini hanya memiliki luas 1.000 hingga 5.000 hektare.
Sementara kebutuhan lahan tanam pakan ternak untuk mencukupi pakan seluruh populasi sapi di DIY diperkirakan mencapai 100.000 hingga 200.000 hektare. "Luas lahan sangat terbatas untuk mencukupi pakan seluruh populasi sapi di DIY," katanya
(KR-LQH)
Pewarta : Oleh Luqman Hakim
Editor:
Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026
