Logo Header Antaranews Jogja

Akademisi: implementasi UU Pertanian perlu dipertegas

Jumat, 6 Februari 2015 19:50 WIB
Image Print
Ilustrasi (Foto Antara/Mamiek)

Jogja (Antara Jogja) - Pemerintah perlu mempertegas implementasi Undang-Undang Perlindungan dan Pemberdayaan Pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas para petani, kata seorang akademisi.

"Undang-Undang (UU) Perlindungan dan Pemberdayaan Pertanian (PPP) perlu serius lagi diterapkan pemerintah saat ini untuk mengentaskan ketimpangan perekonomian di kalangan petani," kata Dekan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Jamhari dalam Forum Group Discussion "Rencana Pembangunan Pertanian Perdesaan" di Kampus UGM Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, kemiskinan di perdesaan yang masih identik dengan kalangan petani menjadi bukti kesejahteraan petani belum mengalami perubahan.

Mengacu hasil Sensus Pertanian (ST) 2013 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), ia menyebutkan jumlah rumah tangga pertanian sebanyak 26,14 juta, sebagian besar dari para pekerja di sektor pertanian hidup di bawah garis kemiskinan.

Dengan mengimplementasikan amanat UU PPP lebih tegas, menurut dia, pendanaan dan penyedian lahan pertanian seharusnya menjadi agenda prioritas pemerintah. Apalagi, Indonesia memiliki berbagai sentra produksi pertanian seperti jagung, bawang, dan cabai.

"Seperti kita ketahui di DIY saja, lahan pertanian rata-rata berkurang 200 hektare per tahun, seharusnya itu bisa ditekan," kata dia.

Upaya peningkatan kesejahteraan sektor pertanian, menurut dia, perlu didukung dengan peningkatan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pertanian yang saat ini masih kurang dari 2 persen.
"Kalau memang mau berubah agar ini (anggaran untuk pertanian) bisa lebih dialokasikan secara fair," kata dia.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian Institust Pertanian Bogor (IPB), Ernan Rustiadi mengatakan selain memberikan dukungan permodalan, upaya peningkatan kesejahteraan petani harus ditempuh dengan membimbing para petani untuk memiliki kemampuan berwirausaha. "Petani saat ini juga harus memiliki mental pengusaha agar siap menghadapi tantangan industri ke depan," kata dia.

(L007)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026