
Kunjungan wisatawan ke Kulon Progo turun

Kulon Progo (Antara Jogja) - Jumlah kunjungan wisatawan di Kabupaten Kulpn Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami penurunan 0,45 persen dari 416.998 pada 2013 menjadi 415.136 orang pada 2014.
"Penurunan jumlah kunjungan wisatawan pada objek beretribusi ini salah satunya disebabkan pergeseran kecenderungan kunjungan wisatawan ke wisata desa dan desa wisata atau non-retribusi yang sangat signifikan jumlahnya sebanyak 338.641 orang," kata Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo di Kulon Progo, Rabu.
Ia mengatakan jumlah kunjungan wisatawan pada 2014 sebanyak 415.136 orang atau mencapai 90,54 persen dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2011-2016 sebesar 458.500 orang
"Apabila dibandingkan dengan jumlah kunjungan 2013 yang mencapai 416.998 orang atau mengalami penurunan sebesar 0,45 persen," kata Hasto.
Dia mengatakan objek-objek wisata andalan seperti Pantai Glagah, Congot, Trisik, Sermo, Gua Kiskendo dan Puncak Suroloyo tidak berhasil memenuhi target jumlah kunjungan.
Adapun faktor penyebabnya yakni stagnasi kunjungan wisatawan ke objek - objek wisata pantai yang merupakan objek wisata andalan di Kabupaten Kulon Progo.
"Stagnasi tersebut bukan tidak mungkin disebabkan tidak adanya pembangunan fasilitas penunjang daya tarik wisata di objek - objek wisata pantai," kata dia.
Hasto mengakui pembangunan sarana penunjang daya tarik wisata di objek - objek wisata pantai memang dalam dua tahun terakhir ini tidak dapat dilaksanakan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.
"Hal ini tidak terlepas dengan adanya dinamika pembangunan dan investasi di kawasan pantai selatan Kabupaten Kulon Progo, mulai dari proyek penambangan pasir besi, maupun rencana pembangunan bandara internasional," katanya.
Namuan demikian, kata Hasto, saat ini pemerintah kabupaten lebih memfokuskan pengembangan kepariwisataan di kawasan utara yaitu melalui program Bedah Menoreh.
Lebih lanjut, Hasto mengatakan ada terjadi perubahan tren kunjungan wisata. Yakni kecenderungan minat wisatawan yang mulai tertarik untuk berkunjung ke objek-objek wisata desa dan minat khusus.
"Adanya kecenderungan ini menyebabkan kunjungan wisatawan ke Kulon Progo menjadi semakin terdistribusi ke beberapa destinasi yang lebih luas," katanya.
Menurut Hasto, sektor pariwisata sangat penting bagi perekonomian daerah karena akan menciptakan peluang usaha ekonomi yang sangat banyak dalam rangka mendorong kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat.
"Sejauh ini, pengembangan bidang kepariwisataan salah satunya ditunjukkan dengan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan," kata Hasto.
KR-STR
Pewarta : Oleh Sutarmi
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
