Logo Header Antaranews Jogja

Bantul serap 19,9 ton beras operasi pasar

Minggu, 22 Maret 2015 10:21 WIB
Image Print
Ilustrasi (Foto antaranews.com)

Bantul (Antara Jogja) - Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat sekitar 19,9 ton beras terserap selama operasi pasar khusus komoditas tersebut yang digelar di wilayah setempat.

"Dari total kebutuhan beras yang kami ajukan ke Bulog untuk operasi pasar di seluruh Bantul sebanyak 40 ton, hingga realisasi terakhir Jumat (20/3) lalu, sudah terserap sekitar 19,9 ton beras," kata Kepala Disperindagkop Bantul, Sulistyanto, Minggu.

Menurut dia, serapan beras itu berasal dari sebelas dari 17 kecamatan se Bantul yang telah menggelar operasi pasar, sedangkan kecamatan lain yang mengajukan namun belum direalisasikan ada enam kecamatan yang dijadwalkan mulai Senin (23/3) nanti.

"Serapan beras tersebut hampir merata di sebelas kecamatan, namun ada beberapa kecamatan yang serapannya besar seperti Srandakan dan Pundong, terakhir operasi pasar dilakukan pada Jumat (20/3) kemarin," katanya.

Ia mengatakan, dalam menggelar operasi pasar beras tersebut dilakukan di kantor balai desa yang mengajukan kegiatan itu, rata-rata beras yang diajukan tiap desa berkisar antara tiga sampai empat ton sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

"Operasi pasar beras dilakukan di kantor desa untuk membantu masyarakat kurang mampu agar tetap bisa membeli beras dengan harga murah, dan tidak dilakukan di pasar, karena tidak ada tujuan untuk kendalikan harga," katanya.

Sementara itu, kata dia, sesuai edaran dari Bulog Yogyakarta yang diterima Jumat (20/3) lalu, meminta pihaknya agar menghentikan operasi pasar mulai Senin (23/3), sebab harga beras di pasar sudah normal berkisar antara Rp8.500 sampai Rp9.500 per kilogram.

"Sudah ada edaran dari Kabulog (Kepala Bulog) Yogyakarta yang mengintruksikan operasi pasar beras mulai Senin 23 Maret nanti dihentikan, di Bantul ada enam kecamatan yang tidak dapat direalisasikan dan dibatalkan," katanya.

Ia mengatakan, enam kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Jetis, Imogiri, Pajangan, Kasihan, Sewon dan Sanden, sesuai jadwal ada 14 desa di enam kecamatan tersebut yang akan melakukan operasi pasar mulai 23 sampai 27 Maret nanti.

(T.KR-HRI)



Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026