Logo Header Antaranews Jogja

Pemkab Bantul harapkan petani tinggalkan sistem ijon

Senin, 6 April 2015 20:51 WIB
Image Print
Ilustrasi (Foto Antara/Mamiek)

Bantul (Antara Jogja) - Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengharapkan petani padi di daerah ini meninggalkan sistem ijon yaitu penjualan hasil tanaman dalam keadaan hijau atau masih belum dipetik dari batangnya.

"Hasil panen padi di Bantul ada yang dijual keluar daerah namun ada yang disimpan untuk persediaan sendiri, akan tetapi imbauannya jangan menjual dengan sistem ijon," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul Yunianti Setyorini, Senin.

Menurut dia, masih ada petani atau pemilik lahan pertanian di daerah ini yang menerapkan penjualan sistem ijon kepada tengkulak, karena keadaan ekonomi yang menginginkan segera mendapatkan hasil dari kegiatan menggarap lahan tersebut.

Padahal, menurut dia, sistem yang sudah menjadi kebiasaan sebagian petani tersebut tidak menguntungkan petani sendiri sebab hasil yang didapatkan tidak sebesar ketika penjualan dilakukan usai panen dalam bentuk gabah kering panen maupun beras.

"Apalagi pada Maret-April ini kan sedang panen raya, makanya kalau bisa menunggu hasilnya (panen) untuk dijual dalam bentuk gabah, syukur-syukur disimpan untuk diolah menjadi beras untuk kebutuhan sendiri, kalau sisa bisa dijual," katanya.

Ia mengatakan, saran kepada petani agar tidak menjual dengan sistem ijon juga terus disampaikan disela penyuluhan dan sosialisasi melalui petugas penyuluh pertanian kepada kelompok tani setempat.

Sementara itu, kata dia, total luas padi yang tanam pada Desember 2014 lalu sekitar 11 ribu hektare, sudah dipanen seluas 1.645 hektare di Januari, sedangkan yang dipanen di Februari seluas 2.566 hektare dengan produktivitas delapan sampai 10 ton gabah per hektare.

Dengan demikian, kata dia, untuk luasan panen yang masih tersisa pada Maret-April ini diperkirakan sekitar 7.000 hektare, bahkan tidak menutup kemungkinan luasan bertambah mengingat setiap bulan petani melakukan tanam padi.

"Setiap bulan ada kegiatan tanam padi dan juga ada panen, hanya saja musim panen padi pada Maret-April merupakan panen terbesar. Total lahan pertanian di Bantul yang bisa ditanami padi sekitar 15 ribu hektare," katanya.

(KR-HRI)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026