
Labuhan Merapi dikemas sebagai daya tarik wisata

Sleman (Antara Jogja) - Upacara adat Labuhan Merapi yang dijadwalkan digelar pada 19 dan 20 Mei dilkemas dengan berbagai kegiatan dengan melibatkan lebih banyak komunitas guna meningkatkan daya tarik wisata.
"Labuhan Merapi akan melibatkan komunitas jeep dan motor trail wisata Lava Tour untuk mengarak gunungannya. Kemasan acara yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya ini diharapkan, mampu kembali menggeliatkan pariwisata di lereng Merapi," kata Ketua Paguyuban Masyarakat Kinahrejo, Cangkringan, Badiman di Yogyakarta, Sabtu.
Menurut dia, dengan melibatkan lebih banyak masyarakat setempat ini mempertimbangkan karena labuhan Merapi pada 2014 terasa sepi.
"Kami ingin ritual budaya labuhan Merapi ramai kembali. Masyarakat setempat dilibatkan. Jadi nanti gunungan akan diarak komunitas jeep dan trail," katanya.
Ia mengatakan, dengan semakin banyaknya masyarakat dilibatkan, diharapkan akan mengundang wisatawan dari dalam maupun luar negeri. Dengan begitu, banyak manfaat yang bisa diperoleh oleh warga.
"Terutama dari sisi ekonominya, semakin mengenalkan wisata yang ada di lereng Merapi. Serta akan tetap menjaga tradisi yang telah ada. Masyarakat setempat juga akan semakin memaknai arti dari labuhan itu sendiri," katanya.
Badiman mengatakan, selain melibatkan komunitas jeep dan trail, dalam prosesinya juga ada sedikit perbedaan. Masyarakat lereng Merapi pada Selasa (19/5) nanti akan menunggu kedatangan "ubo rampe" (sesajian) dari Keraton Yogyakarta, di kantor Kecamatan Cangkringan.
"Kemudian `ubo rampe` tersebut tidak lagi dibawa ke rumah juru kunci Merapi Mas Kliwon Surakso Hargo atau Mas Asih di hunian tetap (huntap) Karangkendal. Namun, langsung dibawa ke Pendopo yang ada di Kinahrejo, bekas rumah Mbah Maridjan," katanya.
Sedangkan gunungan yang ada di huntap Karangkendal juga dibawa, diarak oleh komunitas jeep dan trail ke Pendopo Kinahrejo.
"Ubo rampe dan gunungan akan diinapkan semalaman. Selama itu juga akan banyak hiburan, seperti pementasan wayang kulit semalam suntuk," katanya.
Ia mengatakan, pada Rabu (20/5) sekitar pukul 06.00 WIB, baru kemudian `ubo rampe` tersebut akan dibawa ke Pos I Srimanganti. Oleh warga, abdi dalem Keraton Yogyakarta, dan dipimpin langsung oleh juru kunci, Mas Asih.
"Upacara labuhan di Merapi ini merupakan labuhan alit. Yang mana, labuhan sendiri mempunyai arti melabuh atau menempatkan benda (ubo rampe) di suatu tempat," katanya.
(V001)
Pewarta : Oleh Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026
