Logo Header Antaranews Jogja

Bantul gagas jalan tembus ke Gunung Kidul

Sabtu, 8 Agustus 2015 12:00 WIB
Image Print
Penjabat Bupati Bantul Sigit Sapto Raharjo (Foto Antara/Hery Sidik)

Bantul (Antara) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggagas pembangunan jalan tembus menuju wilayah Kabupaten Gunung Kidul sebagai jalur alternatif ke daerah tetangga yang satu provinsi itu.

"Jalur utama menuju ke Gunung Kidul kan sudah semakin macet, dengan melihat kondisi itu, kenapa kita tidak membuat jalan-jalan tembus menuju ke sana," kata Penjabat Bupati Bantul Sigit Sapto Raharjo di Bantul, Sabtu.

Menurut dia, gagasan tersebut muncul karena jalur menuju Gunung Kidul, yakni Jalan Wonosari sering terjadi kemacetan saat musim liburan, sebab jalur utama tersebut dipadati arus wisatawan yang menuju objek wisata.

Oleh sebab itu, kata dia, Bantul yang berbatasan dengan Gunung Kidul perlu membuat terobosan-terobosan dengan membuat jalur alternatif agar kemacetan kendaraan tidak terpusat pada satu jalur.

"Bantul kan sudah ada jembatan yang di Dlingo, lha kenapa tidak kita jadikan satu jalur ke Gunung Kidul melalui Segoroyoso (Pleret) dengan membuat jalan yang lebih bagus dan tidak terlalu tajam," katanya.

Sigit mengatakan dengan adanya jalur tembus menuju wilayah Gunung Kidul yang juga merupakan daerah tujuan wisatawan itu, maka di kawasan jalan yang dilalui wisatawan bisa merasakan dampak positifnya.

"Kalau sudah ada jalurnya otomatis perekonomian ikut terbangun, hasil-hasil kerajinan seperti kayu dan mebel Dlingo bisa terangkat, kemudian objek wisata hutan pinus juga makin dikenal," katanya.

Pihaknya menyadari bahwa gagasan tersebut masih perlu dilakukan kajian yang mendalam oleh dinas para pemangku kepentingan terkait, yang menurutnya tidak bisa diwujudkan dalam waktu dekat.

"Itu hanya salah satu dari beberapa ide saya yang perlu kajian-kajian, misalnya dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kalau begini bagaimana. Itu (ide, red.) tidak harus dilakukan sekarang," katanya.

(KR-HRI)



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026