
Nelayan Kulon Progo tidak melaut

Kulon Progo, (Antara Jogja) - Nelayan Pantai Bugel Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, selama tiga bulan terakhir tidak melaut karena musim paceklik ikan.
"Kami sejak tiga bulan terakhir tidak melaut. Kalau pun melaut, kami rugi karena tidak dapat ikan," kata Ketua Kelompok Nelayan Sub Bugel Peni II Warto di Kulon Progo, Sabtu.
Ia mengatakan nelayan sudah menebar jaring di laut, namun saat dicek tidak ada satupun ikan yang terperangkap. Kapal tempel milik nelayan juga tidak bisa menjangkau ikan di luar 200 mil laut.
"Ikan besar-besar itu di tengah laut. Nelayan hanya bisa menangkap ikan yang ada dipinggir-pinggir. Kapal nelayan juga tidak dilepangkapi GPS atau sonar, sehingga tidak bisa mendeteksi keberadaan ikan-ikan," katanya.
Selain itu, kata Warto, kawasan Pantai Bugel terkena abrasi yang jauhnya mencapai 15 meter dari bibir pantai. Akibatnya, nelayan kesulitan menaikan atau menurunkan kapal.
"Sebelum ada Pelabuhan Tanjung Adikarto, lahan pasir Pantai Bugel sangat luas. Tapi, sekerang tidak ada bibir pantai, pasir dihantam ombak yang tinggi. Bahkan, dimungkinkan akan mengancam perumahan nelayan," kata Warto.
Ia berharap pemerintah setempat segera mengambil langkah antiasipasi adanya abrasi lebih parah. Nelayan Bugel berupaya menanam cemara udang untuk menahan abrasi.
"Abrasinya cukup parah. Kami tidak tahu melakukan apalagi. Kalau dibiarkan rumah-rumah penduduk di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bugel terancam terkena abrasi," katanya.
Warto mengatakan nelayan yang tidak melaut memilih menjadi petani. Mereka menanam melon, semangka atau cabai di lahan pasir. Bahkan, ada yang menyewa lahan di Purworejo, Bantul dan Sleman untuk ditanami melon atau semangka.
"Kami menjadi petani melon dan semangka untuk memenuhi kebutuhan keluarga," katanya.
Nelayan Karangwuni Affandi mengatakan dirinya dan nelayan Karangwuni tetap melaut meski hasil tangkapan sedikit. Hasil tangkapan, terkadang hanya habis untuk biaya operasional.
"Hasil tangkapan ikan tergantung cuaca, kalau cuaca bagus hasilnya banyak, begitu sebaliknya kalau cuaca buruk dan angin kecang tidak dapat tangkapan ikan," katanya.
(U.KR-STR)
Pewarta : Oleh Sutarmi
Editor:
Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
