Logo Header Antaranews Jogja

Mahasiswa UII presentasikan karya ilmiah di Jepang

Kamis, 20 Agustus 2015 22:16 WIB
Image Print
UII (Foto Istimewa)

Jogja (Antara Jogja) - Dua mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Faisal Ridho Sakti dan Hifzhan Maulana Ghifari mempresentasikan karya ilmiahnya dalam simposium medis di Jepang.

"Dalam `The 2nd Symposium on Healthcare Without Border` (HWB) di Hiroshima, Jepang, kami mengusung topik tentang kepuasan pasien persalinan dalam pelayanan kesehatan primer di Indonesia," kata salah seorang mahasiswa Faisal Ridho Sakti di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, "paper" mereka yang berjudul "Satisfaction of Childbirth Patient in Primary Healtcare in Indonesia" itu dipresentasikan dalam bentuk poster.

"Hasil yang didapatkan pada semua responden menunjukkan mereka cukup puas dengan layanan persalinan yang ada di Indonesia," katanya.

Ia mengatakan kesehatan ibu dan anak menjadi salah satu poin penting dalam capaian Milenium Development Goals (MDGs) bagi suatu negara.

"Hal itu berarti baik buruknya kualitas pelayanan kesehatan suatu negara juga ditentukan oleh sejauh mana capaian tersebut dapat terpenuhi," katanya.

Menurut dia, target MDGs Indonesia pada 2015 adalah menurunkan angka kematian ibu menjadi 102 per 100.000 kelahiran, padahal survei pada 2012 angka kematian ibu masih 359 per 100.000 kelahiran.

"Hal itu menjadi pekerjaan rumah kita bersama untuk memperbaiki kualitas pelayanan persalinan agar angka kematian ibu dapat ditekan," katanya.

Hifzhan Maulana Ghifari mengatakan sosialisasi progam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu lebih digiatkan oleh pemerintah kepada masyarakat.

"Hal itu penting karena ternyata masih banyak masyarakat yang belum mengerti alur penggunaan JKN yang ada dan sulitnya akses tenaga kesehatan untuk membantu persalinan terutama di daerah terpencil," katanya.

Menurut dia, simposium HBW diadakan bersamaan dengan konferensi lainnya yang membahas tema kesehatan yakni "The Asian Symposium on Health Informatics and Nursing" dan "The Asian Conference on Peace, Humanitarian Aid and Service".

Sebagai bagian dari Asia sekaligus negara penyelenggara, kata dia, Jepang tampak sangat peduli terhadap masalah kesehatan warganya.

Ia mengatakan kegatan itu diselenggarakan agar warga Asia maupun internasional lebih tergugah dan memajukan sistem pelayanan kesehatan di negaranya masing-masing.

"Kegiatan itu diikiuti oleh berbagai pakar kesehatan dari berbagai negara seperti Jepang, Inggris, Thailand, Vietnam, India, Korea Selatan, Filipina, Saudi Arabia, Hongkong, dan Taiwan," katanya.

(B015)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026