Logo Header Antaranews Jogja

DIY targetkan 2.000 orang bebas buta aksara

Selasa, 15 September 2015 20:03 WIB
Image Print
Berantas buta aksara (antarafoto.com)

Jogja (Antara Jogja) - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menargetkan mengentaskan 2.000 orang buta aksara di lima kabupaten/kota selama 2015.

"Tahun ini kami menargetkan 2.000 warga bebas buta aksara," kata Kepala Bidang Pendidikan Non Formal, Informal (PNFI) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Mulyati Yuni Pratiwi di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, warga produktif dengan usia 15-50 tahun yang tergolong tuna aksara di DIY masih tersebar di lima kabupaten/kota, degan jumlah terbesar ada di Kabupaten Gunung Kidul.

Hingga 2013 jumlah tuna aksara di DIY masih mencapai 66.076 orang, dan pada 2014 telah berkurang menjadi 47.776 orang.

"Jumlah tuna aksara perempuan lebih tinggi dibanding laki-laki, dengan perbandingan 65:35," kata dia.

Menurut dia, melalui program Pendidikan Keaksaraan Dasar (PKD) yang ada di setiap kabupaten, Disdikpora DIY sejak 2010 hingga 2014 telah mengentaskan 18.000 warga tuna aksara.

"Sehinga ditambah dengan tahun ini pembebasan tuna aksara sejak 2010 telah mencapai 20.000 orang," kata dia.

Sementara itu, menurut Yuni, setelah mereka lulus dari PKD, bagi peserta berusia 35 tahun ke bawah diarahkan mengikuti program pendidikan paket lajutan.

Sementara bagi peserta pendidikan berusia 35 tahun ke atas akan diarahkan mengikuti program Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) untuk merawat kemampuan membaca, menulis, dan berhitung.

"Dengan program kewirausahaan mereka selalu mengasah membaca, menulis dan berhitung, sehingga diharapkan mereka tidak kembali jadi buta aksara lagi," kata dia.

(L007)



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026